Online Relationship dengan Self disclosure di Instagram pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.22441/merpsy.v16i1.19751Keywords:
Online Relationship, Self-Disclosure, Social Media, Instagram, RemajaAbstract
Dimasa sekarang ini banyak orang lebih memilih untuk berinteraksi melalui media sosial karena lebih efisien dan mudah, namun dibalik kemudahan nya terdapat bahaya dari media sosial yang mengintai pengguna nya. Karena jejak digital yang sulit untuk dihapuskan dapat menjadi boomerang tersendiri bagi pengguna nya terutama dalam hal pengungkapan diri karena berbagai informasi diri yang tersebar di internet akan dapat dengan mudah di salahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Meskipun begitu masih banyak pengguna yang tidak segan untuk mengungkapkan dirinya melalui media sosial meski telah mengetahui bahaya nya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara onlinerelationship dengan self disclosure di instagram pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah remaja usia 18-21 tahun, aktif dan memiliki akun Instagram pribadi. Jumlah responden pada penelitian ini berjumlah 191 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara interaksi sosial online dengan self disclosure di media sosial instagram pada remaja. Harapan dari adanya penelitian ini yaitu dapat menambah pengetahuan baru mengenai interaksi sosial online dan self disclosure di media sosial serta lebih memahami dinamika aktivitas pengguna media sosial dari sudut pandang ilmu psikologi.
Downloads
References
Caplan, S. E., & High, A. C. (2007). Online social interaction, psychosocial well‐ being, and problematic Internet use. Internet Addiction: A Handbook and Guide to Evaluation and Treatment, 35–53.
DataReportal (2022), “Digital 2022 Indonesia,” Diakses dari https://datareportal.com/reports/digital-2022-indonesia
Dayakisni, T., & Hudainah. (2009). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press.
Devito,J.A. (2010). Komunikasi antar manusia (Ed.5). Jakarta: Professional Books.
Devito, J.A. (2018). Komunikasi Antarmanusia (Edisi Kelima). Ahli Bahasa: Ir. Agus Maulana M.S.M. Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group.
Devito, J.A. (2013). The Interpersonal Communication Book 13th Edition. United States of America: Pearson Education, Inc.
Hasanah, U., & Minerty, P. B. (2018). Hubungan antara Self Disclosure dengan Interaksi Sosial pada Remaja di Kota Banda Aceh. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 4(2). doi: https://doi.org/10.33143/jhtm.v4i2.1440
Hidayat, P. (2019). Pengaruh Interaksi Sosial Online dan Kecemasan Sosial Terhadap Kecanduan Internet Pada Remaja. Diakses dari : http://eprints.uny.ac.id/69044/
Martha, Z. (2021). Penggunaan Fitur Media Sosial Instagram Stories Sebagai Media Komunikasi. Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(1), 26-32.
Pinakesti, A.R.A. (2016). Self disclosure dan Stres pada Mahasiswa. Fakultas Psikologi. Psikologi. Universitas Muhammadiyah Malang: Malang.
Pertiwi, A.,S. (2019). Hubungan antara Bermain Video Game dengan Interaksi Sosial Anak Sekolah Dasar. Fakultas Kedokteran. Universitas Trisakti: Jakarta.
Saifulloh, M., & Siregar, M, U. (2019). Pengungkapan Diri Gofar Hilman Sebagai Influencer Melalui Media Instagram. Jurnal Pustaka Komunikasi, 2(2), 167-180.
Xie, W., & Kang, C. (2015). See you, see me: Teenagers’ self-disclosure and regret of posting on sosial network site. Computers in Human Behavior, 52, 398-407.
You, Z., Tian, Y., Kong, F., Zhou, Z., & Zheng, Y. (2016). Development of the preference for online sosial interaction scale for Chinese adolescents. Sosial Behavior and Personality: An International Journal, 44(6), 1005–1014.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
1. The journal and respective authors hold exclusive copyrights of all materials published in Merpsy Journal.
2. Any reproduction of any parts from the journal, without proper acknowledgment or prior permission, will result in an infringement of intellectual property laws.
3. Merpsy is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), which means that this journal has the rights to copy and redistribute its materials in any medium or format and adapt the materials for any purpose as long as it keeps the Author's name as the owner of Copyright.
4. Printed and electronically published manuscripts are open access for educational, research, and library purposes. The editorial board shall not be liable for violations of copyright law for other purposes.









