TINJAUAN DESAIN BEAUTY CASE DI KALANGAN MAKE-UP ARTIST JAKARTA
Keywords:
Struktur, Material, Kebutuhan, beauty case, penata riasAbstract
Seiring dengan perkembangan kebutuhan tata rias, muncul profesi penata rias profesional (profesional make-up artist). Dalam pekerjaan ini, penata rias dituntut untuk dapat menangani klien dengan beragam karakter wajah dan tujuan. Beauty case digunakan untuk menempatkan peralatan ini sekaligus mempermudah mobilitas. Penelitian ini terfokus pada kajian mengenai struktur dan material untuk memahami kelebihan dan kelemahan desain yang ada, serta kebutuhan penata rias untuk memahami fitur-fitur yang perlu untuk dikembangkan. Obyek studi adalah kecenderungan desain beauty case di kalangan penata rias profesional di Jakarta, khususnya dari segi struktur dan material, kebutuhan penata rias profesional mengenai beauty case, serta kelebihan dan kekurangan desain yang ada. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian terhadap sample, ditemukan bahwa beauty case yang ada cenderung memiliki konsep bersekat untuk memudahkan organisasi peralatan dan bahan makeup dengan sistem engsel geser-naik. Namun, beauty case tersebut belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan dalam menata rias. Responden menyatakan bahwa mereka menginginkan beauty case yang aman bagi kosmetik yang rentan (mudah tumpah atau patah), memiliki wadah dengan ukuran yang berbeda, banyak sekat, memiliki lampu yang tidak sulit dioperasikan dan penyimpanannya, serta ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Kata Kunci: Struktur, Material, Kebutuhan, beauty case, penata rias
Abstract
Professional make up artist is a new profession which is born due to the high demands in cosmetology. Makeup artists are required to handle clients with different face types and goals. To support their work, beauty cases are used to put their equipments and mateials, and at the same time facilitaties mobility. This research focuses on the study of structures and materials of beauty case to understand the advantages and disadvantages of existing designs, as well as understanding features that need to be developed in order to facilitate user’s needs. The subject of the study is the tendency of beauty case design among profesional makeup artists in Jakarta, especially in terms of structure and materials, user’s needs in their line of work, as well as the advantages and disadvantages of existing beauty case designs, using qualitative and quantitative method. It was found that beauty cases tend to have a sealed concept to facilitate the organization of equipment and makeup materials with a sliding-up hinge system. However, the beauty case is still not able to meet all user’s needs. Respondents stated that they wanted beauty cases that are safe for fragile cosmetics, to avoid them being spilled or broken, have different sized containers, lots of bulkheads, have lights that are not hard to operate and stored, and customizable size that can be adjusted to their needs.
Keywords: Structure, Material, Needs, beauty case, makeup artist
Downloads
References
Amalia. (2015). Perancangan Tas Trendy Multifungsi. Tugas Akhir. Jakarta: Universitas Mercu Buana.
Armas, Anita. (2016). Tinjauan Desain pada Mebel Kursi Teras Arm Chair Khas Suku Betawi. Narada 3(3), 287-298.
Bernardo, Ardo. (2015). Manfaat dan Fungsi Irus Sayur Tradisional di Era Postmodern. Narada 2(2), 193-198.
Chaurina, Annisa Febby & Estiyono, Andhika. (2012). Desain Portable Workstation Untuk Perias Berkonsep Khas Indonesia. Tugas Akhir. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.
Glasgow, Zita & Steels, Barbara. (1990). Making Instructional Design Decision. London: Pearson.
Rudy Gunawan. (2015). Design Development Trolley Bags for The Traveler (Multifunction). Tugas Akhir. Jakarta: Universitas Mercu Buana.
Palgunadi, Bram. (2007). Desain Produk. Bandung: ITB.
Yunida & Kartiningsih, Tri. (2017). Perancangan Interior Martha Tilaar Salon Day Spa (Konsep Modern Heritage) Tangerang. Narada 4(1), 97-103.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
A writer who will publish their article in the NARADA Journal of Design and Art agrees to the following conditions:
- The author owns the copyright and grants the rights to NARADA Journal of Design and Art as the party entrusted with publishing the article for the first time simultaneously licensed under the "Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0" License. This makes it possible for other people to share the work with a form of acknowledgment of authorship of the work and initial publication in this journal according to the authorship of the article provided.
- Authors may enter into separate additional contractual agreements for non-exclusive distribution of the published journal version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book) with acknowledgment of initial publication in the NARADA Journal of Design and Art.
- Authors are permitted and asked to post their work online (for example, institutional repositories or on personal websites) after the article publication process. This avoids double publication or multiple submissions which will affect the similarity of writing of the published work.
- In order to maintain the value of originality and similarity of articles sent or submitted. Authors are asked to temporarily remove or hide the original article from other online systems until they receive the results and decisions from the NARADA Journal of Design and Art regarding the decision to publish the article.
- The author, in this case the contributing author (Contributor Author), will be sent a form or letter stating the validity of the scientific work, signed on an IDR 10,000 stamp. Then the author will be asked to send the email to [email protected].
Pemberitahuan Hak Cipta
Seorang penulis yang akan menerbitkan artikelnya dalam NARADA Jurnal Desain dan Seni setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak kepada pihak NARADA Jurnal Desain dan Seni sebagai pihak yang diberikan kepercayaan untuk mempublikasi artikelnya pertama kali secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi "Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0". Hal ini memungkinkan kepada orang lain untuk membagi karya dengan bentuk pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini sesuai dengan penulisan artikel yang diberikan.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan publikasi awal dalam NARADA Jurnal Desain dan Seni.
- Penulis diizinkan dan diminta untuk mempostingkan karyanya secara online (semisal, repositori institusional atau di situs web pribadi) setelah proses penerbitan artikel, Hal ini menghindari adanya double publikasi atau pengajuan jamak yang akan berpengaruh kepada adanya kesamaan penulisan dari karya yang diterbitkan.
- Demi menjaga nilai orisinalitas dan nilai kesamaan dari artikel yang dikirim atau diajukan. Penulis diminta untuk menghilangkan atau menyembunyikan secara sementara artikel orisinil dari sistem online lain yang sampai mendapatkan hasil nilai dan ketetapan dari pihak NARADA Jurnal Desain dan Seni mengenai keputusan publikasi dari artikel.
- Penulis dalam hal ini penulis kontributor (Contributor Author) akan dikirimkan form atau surat pernyataan keabsahan karya ilmiah, yang ditanda tangani di atas materai 10000. Dan selanjutnya penulis diminta untuk mengirimkan ke email [email protected].









