ETIKA DALAM ERA DEEPFAKE: BAGAIMANA MENJAGA INTEGRITAS KOMUNIKASI

Authors

  • Intan Leliana Universitas Bina Sarana Informatika
  • Gema Irhamdhika Universitas Bina Sarana Informatika
  • Achmad Haikal Universitas Bina Sarana Informatika
  • Rio Septian Universitas Bina Sarana Informatika
  • Eddy Kusnadi Universitas Bina Sarana Informatika

DOI:

https://doi.org/10.22441/visikom.v22i02.24229

Keywords:

Key word, respon masyarakat, sosial budaya dan agama

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemecahan masalah etika pada era dimana deepfake merebak, dan memberikan pemahaman mengenai risiko yang bisa ditimbulkan dari pembuatan video deepfake untuk menjaga integritas komunikasi. Deepfake adalah sebuah bentuk Artificial Intelligence (AI) yang menjadi fenomena di era digital saat ini, Dalam beberapa kasus, deepfake digunakan untuk tujuan jahat, seperti pemalsuan video atau audio dengan maksud merusak reputasi seseorang atau menyebarkan informasi palsu. Para pengguna deepfake dapat membuat video palsu dari seseorang yang akhirnya dapat melanggar privasi mereka seperti mengganti identitas seseorang dalam situasi dimana saat identifikasi hal-hal yang krusial seperti akun perbankan atau keamanan nasional. Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang canggih mengacu kepada manipulasi gambar atau video untuk menyatukan kemiripan seseorang ke wajah orang lain, jadi seolah olah-olah mereka sedang melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Metode dalam penelitian ini adalah dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang didapat dari sumber data kemudian dianalisis secara mendalam. Penelitian kualitatif dengan menggunkana metode literatur diambil untuk penelitian ini. Deepfake adalah tantangan serius bagi etika komunikasi dan integritas informasi. Untuk menjaga integritas komunikasi dalam era deepfake, diperlukan upaya kolaboratif dari masyarakat, pemerintah, lembaga, dan individu. Etika dalam berkomunikasi dan literasi media harus ditingkatkan, sementara regulasi dan teknologi pendukung juga perlu berkembang. Hanya dengan pendekatan holistik seperti ini, kita dapat menjaga integritas komunikasi dalam era deepfake yang semakin kompleks.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhtar, Z. (2023). Deepfakes Generation and Detection: A Short Survey. Journal of Imaging, 9(1). https://doi.org/10.3390/jimaging9010018

Alexander, S. G., Ananto, A. T., Adhitya, I. P., Mangku, P., & Liano, B. (2023). Analisis Sentimen Opini Masyarakat Indonesia Terhadap Konten Deepfake Tokoh Publik. 05(02), 95–102.

Gupta, A., Gupta, M., & Chauhan, G. (2022). Era of Deepfake Technology : 9(6), 124–127.

Hidayatul Khusna Sri Pangestuti, I. (2019). Deepfake, Tantangan Baru Untuk Netizen Deepfake, a New Challenge for Netizen. Agustus 1945 Jakarta 1 Promedia, 2, 1–24.

Hui Hang, T. (2019). Deepfakes, Telanjang dan Ancaman terhadap Keamanan Nasional. Channel Newasia. https://www.channelnewsasia.com/cnainsider/deepfakes-deepnude-porn-videos-threat-to-national-security-844841

Kasita, I. D. (2022). Deepfake Pornografi: Tren Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO) Di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Wanita Dan Keluarga, 3(1), 16–26. https://doi.org/10.22146/jwk.5202

Kazim, E., & Koshiyama, A. (2020). The Interrelation Between Data and AI Ethics in the Context of Impact Assessments. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3627561

Kialala. (2021). Apa yang dimaksud dengan Integrasi Komunikasi. https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-integrasi-komunikasi/158387

Rahardjo, M. (2021). Jenis dan Metode Penelitian. http://mudjiarahardjo.com/artikel/215.html?task=view

Ruslan, R. (2011). Etika Kehumasan Konsepsi dan Aplikasi. Rajawali Pers.

S Russel, P. N. (2012). Artificial intelligence—a modern approach 3rd Edition. The Knowledge Engineering Review.

Sofyan, Mustika, dkk (Peny. . (2006). Bidan Menyongsong Masa Depan. Cetakan VIII. (Cetakan VI). PP. IBI.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2024-01-06

How to Cite

Leliana, I., Irhamdhika, G., Haikal, A., Septian, R., & Kusnadi, E. (2024). ETIKA DALAM ERA DEEPFAKE: BAGAIMANA MENJAGA INTEGRITAS KOMUNIKASI. Jurnal Visi Komunikasi, 22(02), 234–243. https://doi.org/10.22441/visikom.v22i02.24229

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.