<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-05-28T05:37:41Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/342</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/343</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T02:16:50Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/344</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/347</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/349</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/350</identifier>
				<datestamp>2022-06-14T02:15:07Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EKONOMI POLITIK KEBEBASAN PERS DI INDONESIA PASCA REFORMASI: KRITIK ATAS PRAKTEK NEOLIBERALISME PADA INDUSTRI MEDIA</dc:title>
	<dc:creator>Makkuraga, Afdal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Reformasi di Indonesia telah berjalan selama 14 tahun, dan salah satu hasilreformasi adalah makin tumbuh dan berkembangnya bisnis media di Indonesia. Terdapatkecenderungan saat ini banyak sekali pemberitaan-pemberitaan di media massa yang tidaksesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Penguasa media, yangberkolaborasi dengan aktor-aktor politik dan ekonomi pasar menyebabkan publik tidakberdaya menghadapi serbuan media. Berangkat dari fenomena tersebut, muncul pertanyaanyang perlu dijawab, bagaimanakah perkembangan kebebasan pers saat ini setelah 14 tahunreformasi ditinjau dari perspektif ekonomi politik yang dapat dibagi dalam dua bagian, yaitupendekatan ekonomi politik liberal (sebagar mainstream) dan pendekatan ekonomi politikkritis. Dalam pendekatan liberal, aspek ekonomi dilihat sebagai bagian dari kerja dan praktekprofesional. Dalam pendekatan kritis, aspek ekonomi politik selalu dilihat dan dimaknaisebagai kontrol. Artikel ini membahas problematika kemerdekaan pers di Indonesia setelah14 tahun reformasi yang meliputi sejumlah hal mulai dari rendahnya tingkat kesejahteraanwartawan; iIndependensi media yang rentan; rendahnya profesionalisme pekerja mediahingga; struktur media yang cenderung monopolistik.Reformasi di Indonesia telah berjalan selama 14 tahun, dan salah satu hasilreformasi adalah makin tumbuh dan berkembangnya bisnis media di Indonesia. Terdapatkecenderungan saat ini banyak sekali pemberitaan-pemberitaan di media massa yang tidaksesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Penguasa media, yangberkolaborasi dengan aktor-aktor politik dan ekonomi pasar menyebabkan publik tidakberdaya menghadapi serbuan media. Berangkat dari fenomena tersebut, muncul pertanyaanyang perlu dijawab, bagaimanakah perkembangan kebebasan pers saat ini setelah 14 tahunreformasi ditinjau dari perspektif ekonomi politik yang dapat dibagi dalam dua bagian, yaitupendekatan ekonomi politik liberal (sebagar mainstream) dan pendekatan ekonomi politikkritis. Dalam pendekatan liberal, aspek ekonomi dilihat sebagai bagian dari kerja dan praktekprofesional. Dalam pendekatan kritis, aspek ekonomi politik selalu dilihat dan dimaknaisebagai kontrol. Artikel ini membahas problematika kemerdekaan pers di Indonesia setelah14 tahun reformasi yang meliputi sejumlah hal mulai dari rendahnya tingkat kesejahteraanwartawan; iIndependensi media yang rentan; rendahnya profesionalisme pekerja mediahingga; struktur media yang cenderung monopolistik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/350</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i1.350</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 1 (2013): May 2013; 1-17</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/350/299</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/351</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:01Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI DI BAGIAN MASTER CONTROL ROOM (MCR) PT MNC SKY VISION TBK.</dc:title>
	<dc:creator>Iskandar, Dede</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak : Dalam suatu organisasi, komunikasi dilaksanakan untuk menggerakkan aktivitas.Setiap organisasi membutuhkan iklim komunikasi yang baik, nyaman dan kondusif, karenadapat memberikan dampak yang positif terhadap motivasi kerja karyawan dalam mencapaitujuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim komunikasi di bagianmaster control room (MCR) pada televisi berlangganan Indovision. MCR merupakanpengendali siaran utama pada suatu stasiun penyiaran sebelum dinikmati olehpelangganannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus yangmenguraikan dan memberikan penjelasan komprehensif terhadap objek yang diteliti. Hasilpenelitian menunjukkan adanya iklim komunikasi organisasi yang mampu mendukungmotivasi kerja staf di MCR Indovision. Pimpinan mampu mendukung terwujudnya misiperusahaan dengan mempertimbangkan aspek konsolidasi internal organisasi dan komunikasiyang dialogis dan terbuka, baik formal maupun informal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/351</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.351</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 1-19</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/351/300</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/353</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:17Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/354</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T21:16:26Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/355</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T03:32:39Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/356</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T20:57:05Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/357</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T03:32:39Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/358</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T03:32:39Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/359</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:02Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KECENDERUNGAN ISI  RUBRIK SURAT PEMBACA  DI HARIAN UMUM PIKIRAN RAKYAT</dc:title>
	<dc:creator>Mulyani. R, Henny Sri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak : Rubrik Surat Pembaca merupakan layanan publik yang disediakan pihak surat kabarkepada masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kecenderungan isi suratpembaca di Harian Umum Pikiran sebagai bentuk umpan balik (feedback) yang tertunda.Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan kategori terdiri dari: kuantitas, jenis isipesan, tujuan lembaga dan umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah surat pembacayang dimuat Pikiran Rakyat selama Desember 2013 adalah sebanyak 112 surat. Rata-rata suratpembaca yang dimuat antara tiga hingga enam buah surat bergantung pada panjang-pendek suratdari pengirim. Identitas pengirim umumnya beralamat lengkap disertai nomer telepon yang dapatdihubungi. Jenis surat pada umumnya berupa pemaparan kasus yang meminta tanggapan pihakterkait. Jenis kasus sangat beragam tetapi umumnya berkaitan dengan kualitas layanan publikoleh lembaga pemerintah maupun swasta. Surat yang dimuat memerlukan waktu 7 sampaidengan 14 untuk menerima tanggapan dari pihak yang dituju. Namun ada pula yang sama sekalitidak menerima tanggapan apapun. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa isi suratpembaca cukup beragam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/359</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.359</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 20-34</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/359/305</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/360</identifier>
				<datestamp>2022-06-14T02:15:08Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBERITAAN PEREMPUAN DALAM PROGRAM ACARA KRIMINAL DI TELEVISI</dc:title>
	<dc:creator>Afgiansyah, Afgiansyah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Program berita kriminal sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra. Bagipihak yang pro mengganggap acara ini dapat memberikan pelajaran dari akibat dilakukannyasuatu tindak kejahatan sehingga masyarakat lebih waspada terhadap peristiwa yang terjadidisekitar mereka demi keamanan diri, keluarga dan lingkungan. Sedangkan bagi pihak yangkontra menganggap bahwa berbagai berita kriminal ini justru menginspirasi dan mendorongmakin maraknya tindakan kriminal lain di masyarakat, bahkan Televisi dianggap pemerkosakeempat oleh pihak yang kontra.Banyak kepentingan masyarakat yang dilanggar danterabaikan , dalam hal ini yang rentan merasakan dampaknya adalah kaum wanita. Olehkarena itu penulis ingin melihat secara obyektif bagaimana potret perempuan dalam programacara kriminal di televisi khususnya program TKP di Trans7. Metode penelitian yangdigunakan adalah analisis isi. Data diperoleh dari copy tayangan TKP di Trans7 periode 1-31januari 2008 yang subyeknya wanita. Hasil penelitian memberikan gambaran seperti apatayangan kriminal tkp di trans 7 serta seperti apa tkp menempatkan kaum wanita di dalamtayangannya.Hasilnya 82% TKP menyajikan kekerasan fisik,77% Nama subyekditampilkan,dan 55% Wajah subyek terlihat jelas.Dalam hal ini penulis memberikan Upayaupayaapa saja yang menurut penulis harus dilakukan untuk program acara kriminal ditrans7.Penulis juga berharap nantinya penelitian ini bisa menjadi acuan untuk perbaikan dankemajuan Trans7.Program berita kriminal sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra. Bagipihak yang pro mengganggap acara ini dapat memberikan pelajaran dari akibat dilakukannyasuatu tindak kejahatan sehingga masyarakat lebih waspada terhadap peristiwa yang terjadidisekitar mereka demi keamanan diri, keluarga dan lingkungan. Sedangkan bagi pihak yangkontra menganggap bahwa berbagai berita kriminal ini justru menginspirasi dan mendorongmakin maraknya tindakan kriminal lain di masyarakat, bahkan Televisi dianggap pemerkosakeempat oleh pihak yang kontra.Banyak kepentingan masyarakat yang dilanggar danterabaikan , dalam hal ini yang rentan merasakan dampaknya adalah kaum wanita. Olehkarena itu penulis ingin melihat secara obyektif bagaimana potret perempuan dalam programacara kriminal di televisi khususnya program TKP di Trans7. Metode penelitian yangdigunakan adalah analisis isi. Data diperoleh dari copy tayangan TKP di Trans7 periode 1-31januari 2008 yang subyeknya wanita. Hasil penelitian memberikan gambaran seperti apatayangan kriminal tkp di trans 7 serta seperti apa tkp menempatkan kaum wanita di dalamtayangannya.Hasilnya 82% TKP menyajikan kekerasan fisik,77% Nama subyekditampilkan,dan 55% Wajah subyek terlihat jelas.Dalam hal ini penulis memberikan Upayaupayaapa saja yang menurut penulis harus dilakukan untuk program acara kriminal ditrans7.Penulis juga berharap nantinya penelitian ini bisa menjadi acuan untuk perbaikan dankemajuan Trans7.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/360</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i1.360</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 1 (2013): May 2013; 33-49</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/360/306</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/361</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T19:25:18Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/362</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:02Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN RADIO KOMUNITAS DI MASYARAKAT NELAYAN DALAM MELESTARIKAN LINGKUNGAN PANTAI BERBASIS BUDAYA LOKAL</dc:title>
	<dc:creator>komariah, kokom</dc:creator>
	<dc:creator>novianti, evi</dc:creator>
	<dc:creator>Subekti, Priyo</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak, Penelitian ini berjudul Pemanfaatan Radio Komunitas di masyarakat nelayan dalammelestarikan lingkungan pantai berbasis budaya lokal. Tujuan penelitian ini untukmengetahui bagaimana pemanfaatan radio komunitas di masyarakat nelayan dalammelestarikan lingkungan pantai dan untuk mengetahui hambatan yang terjadi dalampemanfaatan radio komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptifdengan teknik analisis data yang akan digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa radio komunitas digunakan untuk pemberdayaan warga melaluipengenalan lingkungan untuk anak sekolah seperti bagaimana menjaga lingkungan pantai,melestarikan pantai, menjaga pantai dari sampah-sampah dan pengenalan ekosistem pantai.Selain itu, radio komunitas digunakan untuk informasi dan edukasi yang berfungsi sebagaisarana pemulihan trauma pasca bencana. Program yang berjalan sejauh ini tidak berbedadengan umumnya stasiun radio. Kegiatan lebih ditekankan pada edukasi dan informasikebencanaan, terutama di sekitar Jabar Selatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/362</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.362</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 35-49</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/362/308</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/363</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T21:06:38Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/364</identifier>
				<datestamp>2022-06-14T02:15:08Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RANCANGAN PENILAIAN KINERJA YANG TEPAT PADA LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TVRI</dc:title>
	<dc:creator>Fachrudin, Andi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sumber daya manusia (SDM) merupakan unsur yang strategis dalam menentukan sehatatau tidaknya suatu organisasi. Manajemen SDM aparatur memiliki fungsi penting yaitumendorong agar setiap organisasi pemerintah dapat mencapai visi, misi dan tujuan organisasi.Organisasi penyiaran sebagaimana organisasi lainnya memiliki memberikan pengaruh yangdalam bagi pengembangan sumber daya manusia. Lebih jauh, penilaian kinerja berbasis sasarankerja individu merupakan suatu rangkaian yang berawal dari penetapan tolok ukur yang meliputiaspek kuantitas, kualitas, waktu dan biaya dari setiap kegiatan tugas pokok jabatan. Sistempenilaian kinerja yang dirancang lebih bersifat terbuka sehingga diharapkan dapat meningkatkanmotivasi dan produktivitas kerja serta menciptakan hubungan interaksi antara pejabat penilaidengan pegawai yang dinilai dalam rangka objektivitas penilaian dan untuk mendapatkankepuasan kerja setiap pegawai.Lembaga penyiaran publik TVRI yang memiliki pegawai denganpenilaian kerja DP3 harus dikembangkan dengan penilaian kinerja berbasis Sasaran KerjaIndividu. Karena produktivitas karya-karya jurnalistik dan artistik yang unik dari TVRI harusditerima khalayak luas untuk menjunjung tinggi Idealisme dan Martabat Bangsa Indonesia.Dengan program-program yang berdasarkan ke-ilmuan, seni modern dan berakar pada BudayaIndonesia.Sumber daya manusia (SDM) merupakan unsur yang strategis dalam menentukan sehatatau tidaknya suatu organisasi. Manajemen SDM aparatur memiliki fungsi penting yaitumendorong agar setiap organisasi pemerintah dapat mencapai visi, misi dan tujuan organisasi.Organisasi penyiaran sebagaimana organisasi lainnya memiliki memberikan pengaruh yangdalam bagi pengembangan sumber daya manusia. Lebih jauh, penilaian kinerja berbasis sasarankerja individu merupakan suatu rangkaian yang berawal dari penetapan tolok ukur yang meliputiaspek kuantitas, kualitas, waktu dan biaya dari setiap kegiatan tugas pokok jabatan. Sistempenilaian kinerja yang dirancang lebih bersifat terbuka sehingga diharapkan dapat meningkatkanmotivasi dan produktivitas kerja serta menciptakan hubungan interaksi antara pejabat penilaidengan pegawai yang dinilai dalam rangka objektivitas penilaian dan untuk mendapatkankepuasan kerja setiap pegawai.Lembaga penyiaran publik TVRI yang memiliki pegawai denganpenilaian kerja DP3 harus dikembangkan dengan penilaian kinerja berbasis Sasaran KerjaIndividu. Karena produktivitas karya-karya jurnalistik dan artistik yang unik dari TVRI harusditerima khalayak luas untuk menjunjung tinggi Idealisme dan Martabat Bangsa Indonesia.Dengan program-program yang berdasarkan ke-ilmuan, seni modern dan berakar pada BudayaIndonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/364</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i1.364</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 1 (2013): May 2013; 49-66</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/364/310</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/365</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/366</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:02Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MEDIA SOSIAL DAN PARTISIPASI SOSIAL DI KALANGAN GENERASI MUDA</dc:title>
	<dc:creator>Morissan, Morissan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak, Partisipasi generasi muda dalam bidang politik sering kali menjadi bahan perdebatan.Generasi muda sering kali dianggap sebagai kelompok masyarakat yang paling tidak pedulidengan persoalan politik, mereka sering kali mengalami putus hubungan dengan komunitasnya,tidak berminat pada proses dan persoalan politik, memiliki tingkat kepercayaan rendah padapolitisi serta sinis terhadap berbagai lembaga politik dan pemerintahan. Pandangan ini sering kalidibenarkan dengan data yang menunjukkan bahwa generasi muda yang bergabung ke dalampartai politik relatif sedikit, dan mereka cenderung memilih menjadi Golput pada Pemilu. Namundi lain pihak, generasi muda di Indonesia menjadi pelopor penggunaan media sosial yangterkenal sangat intensif. Berbagai lembaga riset internasional melaporkan bahwa jumlahpengguna Facebook di Indonesia adalah yang terbesar kedua di dunia, dan Twitter pada posisiketiga terbesar di dunia. Tulisan ini mencoba untuk memberikan analisa, berdasarkan penelitiandan pengalaman di negara lain, apakah penggunaan media sosial oleh generasi muda mampumemberikan pengaruh terhadap tingkat partisipasi sosial dan secara khusus partisipasi politik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/366</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.366</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 50-68</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/366/312</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/367</identifier>
				<datestamp>2022-06-14T02:15:08Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERS NASIONAL, PILAR SATU-SATUNYA YANG KONSISTEN ANTI-KORUPSI</dc:title>
	<dc:creator>Sumarkidjo, Atmadji</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Media sering kali disebut sebagai pilar keempat demokrasi suatu negara. Setelahperistiwa Malari pada Januari 1974, untuk pertama kalinya kemerdekaan pers mengalamikemunduran yang sangat berarti karena ada sejumah media cetak yang dibredel dan tidak bisaterbit lagi. Penutupan tujuh surat kabar utama di Jakarta pada Januari 1978 telah mematahkansebagian besar semangat anti-korupsi pers nasional. Pemberitaan pasca tahun 1978 cenderungmemperhatikan keselamatan media itu ketimbang mempetimbangkan nilai jurnalistiknyamengenai sebuah informasi atau berita. Setelah reformasi, kemerdekaan pers dijamin olehundang-undang, tetapi karena tumbuhnya era keterbukaan, kontrol sosial tidak menjadimonopoli pers lagi. Media baru (new media) dan media sosial (social media) mulai eksis, danmendorong pembentukan opini publik dan sekaligus jadi benchmark surat kabar dan televisidalam mengangkat isu anti-korupsi dan perbuatan ketidakadilan lainnya. Lahirnya lembagaKPK menjamin semacam “kendaraan utama” bagi media massa untuk mem- blow-up ataumengangkat berbagai isu korupsi besar.Media sering kali disebut sebagai pilar keempat demokrasi suatu negara. Setelahperistiwa Malari pada Januari 1974, untuk pertama kalinya kemerdekaan pers mengalamikemunduran yang sangat berarti karena ada sejumah media cetak yang dibredel dan tidak bisaterbit lagi. Penutupan tujuh surat kabar utama di Jakarta pada Januari 1978 telah mematahkansebagian besar semangat anti-korupsi pers nasional. Pemberitaan pasca tahun 1978 cenderungmemperhatikan keselamatan media itu ketimbang mempetimbangkan nilai jurnalistiknyamengenai sebuah informasi atau berita. Setelah reformasi, kemerdekaan pers dijamin olehundang-undang, tetapi karena tumbuhnya era keterbukaan, kontrol sosial tidak menjadimonopoli pers lagi. Media baru (new media) dan media sosial (social media) mulai eksis, danmendorong pembentukan opini publik dan sekaligus jadi benchmark surat kabar dan televisidalam mengangkat isu anti-korupsi dan perbuatan ketidakadilan lainnya. Lahirnya lembagaKPK menjamin semacam “kendaraan utama” bagi media massa untuk mem- blow-up ataumengangkat berbagai isu korupsi besar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/367</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i1.367</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 1 (2013): May 2013; 65-81</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/367/313</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/368</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/369</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T03:47:16Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/370</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:02Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REPRESENTASI GAYA HIDUP PRIA METROSEXUAL  DI MAJALAH PRIA IBUKOTA</dc:title>
	<dc:creator>Mulyana, Ahmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak, Munculnya majalah mode dan gaya hidup trans-nasional untuk pria menawarkangaya hidup yang mengusung nilai-nilai konsumtif. Ditinjau dari isi, majalah-majalah priatersebut sekarang ini tidak ada bedanya dengan majalah wanita. Lelaki modern dipersuasiuntuk peduli terhadap kesempurnaan setiap jengkal tubuhnya. Para lelaki diarahkan untukmendisiplinkan diri dalam perawatan tubuh seperti halnya perempuan. Majalah priamengkonstruksi perilaku feminine bagi para lelaki sebagai keseharian gaya hidup mereka.Gaya hidup seperti ini disebut metrosexual. Lelaki metrosexual biasanya adalah orang yangmemiliki karir yang cerah, kondisi finansial yang baik, dan sangat perhatian terhadappenampilan diri. Media menjadi dinamisator bagi berkembangnya suatu gaya hidup yangberdiri di atas kesadaran palsu. Dengan asumsi tersebut maka penulis meneliti apakah yangtersembunyi dalam teks itu memang kepalsuan. Penelitian ini dilakukan terhadap tiga majalahtrans-nasional khusus pria yang beredar di Jakarta yaitu Majalah Men‟s Health, Men Fitness,dan Best Life. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isikualitatif dan analisis semiotic menjadi pilihan. Hasil penelitian dapat dikemukakan pertama,representasi di tiga majalah tersebut adalah representasi pendekatan konstruktivis. Maknadikonstruksikan lewat sistem bahasa dalam rangka mengidentifikasi citra tentang gaya hidup.Melalui prosesual sosial teks secara alamiah meneguhkan nilai-nilai budaya popular dankonsumerisme. Kedua, pencitraan sosok pria metroseksual dilihat dari penampilan gayahidup metroseksual bukanlah produk alamiah, tetapi suatu produk sosial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/370</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.370</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 69-86</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/370/316</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/371</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T21:10:18Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/372</identifier>
				<datestamp>2022-06-14T02:15:08Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONGLOMERASI MEDIA: STUDI EKONOMI POLITIK TERHADAP MEDIA GROUP</dc:title>
	<dc:creator>Fahrudin, Dedi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia dewasa ini telah memiliki beberapa perusahaan skala besar di bidangmedia massa. Perusahaan tersebut menguasai berbagai jenis media yang kemudianberkembang menjadi konglomerasi. Perusahaan konglomerat media ini dimiliki oleh individupemilik yang dengan kekuatan media yang dikuasainya tidak saja memiliki kontrol terhadapisi media tetapi juga mampu memberikan pengaruh di bidang politik. Terlebih lagi, beberapapemilik media juga menjadi ketua atau pengurus partai politik seperti Media Group milikSurya Paloh. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mempelajari bagaimana SuryaPaloh menggunakan media massa yang dikuasainya sebagai instrumen untuk mencapaiambisi politiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek oligopoli media yang saat initerjadi telah berada pada tahap yang membahayakan hak warga terhadap informasi karenamedia dikelola sebagai bisnis yang hanya mewakili kepentingan pemilik dan kekuasaan yangdiwakilinya. Fakta menunjukkan bahwa pemilik media cenderung menjadikan isi mediasebagai komoditas, dan menjadikan warga hanya sebagai konsumen. Konglomerasi mediajuga mengontrol banyak informasi dan produk media yang menghasilkan banyakkeuntungan.Indonesia dewasa ini telah memiliki beberapa perusahaan skala besar di bidangmedia massa. Perusahaan tersebut menguasai berbagai jenis media yang kemudianberkembang menjadi konglomerasi. Perusahaan konglomerat media ini dimiliki oleh individupemilik yang dengan kekuatan media yang dikuasainya tidak saja memiliki kontrol terhadapisi media tetapi juga mampu memberikan pengaruh di bidang politik. Terlebih lagi, beberapapemilik media juga menjadi ketua atau pengurus partai politik seperti Media Group milikSurya Paloh. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mempelajari bagaimana SuryaPaloh menggunakan media massa yang dikuasainya sebagai instrumen untuk mencapaiambisi politiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek oligopoli media yang saat initerjadi telah berada pada tahap yang membahayakan hak warga terhadap informasi karenamedia dikelola sebagai bisnis yang hanya mewakili kepentingan pemilik dan kekuasaan yangdiwakilinya. Fakta menunjukkan bahwa pemilik media cenderung menjadikan isi mediasebagai komoditas, dan menjadikan warga hanya sebagai konsumen. Konglomerasi mediajuga mengontrol banyak informasi dan produk media yang menghasilkan banyakkeuntungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/372</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i1.372</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 1 (2013): May 2013; 82-97</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/372/318</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/373</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/374</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T03:54:39Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/375</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:17Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/376</identifier>
				<datestamp>2022-06-14T02:15:08Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KRITIK ATAS PELIBATAN PUBLIK DALAM KEBIJAKAN KOMUNIKASI DI INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>M.T. Hidayat, M.T. Hidayat</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak. Kuantitas dan kualitas informasi dari pemerintah makin meningkat dalam beberapawaktu terakhir. Melalui pengemasan informasi yang bisa menghasilkan atau menguatkankompetensi, kegiatan komunikasi pemerintahan dirancang untuk mendorong adopsi persepsitertentu dan keterlibatan publik dalam setiap kebijakan pemerintah. Dalam perumusan danimplementasi kebijakan publik di Indonesia, pelibatan publik pernah dimaknai denganberagam kategori konsep antara lain penerangan, sosialisasi, penyebaran (diseminasi)informasi, konsultasi publik, dan komunikasi publik. Akan tetapi ada kecenderunganketidakkonsistenan atas pendefinisian dan pelibatan publik dalam kebijakan komunikasi yangada. Istilah publik, misalnya, dipergunakan silih-berganti dengan massa, rakyat, masyarakatumum, atau bahkan kerumunan, sehingga mendorong potensi manipulatif dan keberjarakanantara kebijakan dengan warga negara sebagai publik. Artikel ini berupaya mengkritisikonsepsi dan konteks wacana pelibatan publik dalam kebijakan komunikasi di Indonesiatermasuk interrelasi dengan program komunikasi institusi global atau negara donor. Analisisdiarahkan untuk membedah konsistensi dan inkonsistensi konsep publik dan pelibatan publikdalam ranah publik, privat, dan masyarakat demokratis secara terpadu. Hasil diarahkan untukmenemukenali jalan tengah pelibatan publik yang bisa mengembangkan partisipasi wargabangsa dalam lingkup kontemporer.Abstrak. Kuantitas dan kualitas informasi dari pemerintah makin meningkat dalam beberapawaktu terakhir. Melalui pengemasan informasi yang bisa menghasilkan atau menguatkankompetensi, kegiatan komunikasi pemerintahan dirancang untuk mendorong adopsi persepsitertentu dan keterlibatan publik dalam setiap kebijakan pemerintah. Dalam perumusan danimplementasi kebijakan publik di Indonesia, pelibatan publik pernah dimaknai denganberagam kategori konsep antara lain penerangan, sosialisasi, penyebaran (diseminasi)informasi, konsultasi publik, dan komunikasi publik. Akan tetapi ada kecenderunganketidakkonsistenan atas pendefinisian dan pelibatan publik dalam kebijakan komunikasi yangada. Istilah publik, misalnya, dipergunakan silih-berganti dengan massa, rakyat, masyarakatumum, atau bahkan kerumunan, sehingga mendorong potensi manipulatif dan keberjarakanantara kebijakan dengan warga negara sebagai publik. Artikel ini berupaya mengkritisikonsepsi dan konteks wacana pelibatan publik dalam kebijakan komunikasi di Indonesiatermasuk interrelasi dengan program komunikasi institusi global atau negara donor. Analisisdiarahkan untuk membedah konsistensi dan inkonsistensi konsep publik dan pelibatan publikdalam ranah publik, privat, dan masyarakat demokratis secara terpadu. Hasil diarahkan untukmenemukenali jalan tengah pelibatan publik yang bisa mengembangkan partisipasi wargabangsa dalam lingkup kontemporer.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/376</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i1.376</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 1 (2013): May 2013; 114-131</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/376/322</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/377</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/378</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T04:02:37Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/379</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:02Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BENTUK BUDAYA POPULER DAN KONSTRUKSI PERILAKU KONSUMEN STUDI TERHADAP REMAJA</dc:title>
	<dc:creator>Ridaryanthi, Melly</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak, Produk budaya Korea seperti musik dam drama televisi telah dikenal luas dimasyarakat sejak tahun 1990an. Korea saat ini dipandang sebagai pengekspor produk budayapopuler yang saat ini banyak penggemarnya. Budaya dan gaya hidup Korea (Hallyu atauKorean Wave) telah menjadi budaya populer yang menyebar ke berbagai negara termasukIndonesia. Jika melihat bagaimana budaya Korea menyebar di kehidupan masyarakat duniamemunculkan pertanyaan tentang kemungkinan Korean Wave membentuk minat danperilaku konsumsi baru pada mereka yang memiliki minat pada produk-produk korea.Apakah nilai budaya pada produk Korea yang ditransmisikan melalui iklan media massadapat membentuk perilaku konsumsi baru dalam bentuk (re)konstruksi preferensi pembelianproduk? Penelitian ini menggunakan metode Focus Group Discussion yang merupakan teknikperbincangan terhadap beberapa kelompok informan dalam jumlah kecil. Temuan lapanganmenunjukkan adanya minat dan preferensi yang tidak berjalan beriringan. Respondenumumnya menyukai barang-barang produk Korea, namun hal ini tidak berbanding lurusdengan preferensi pembelian mereka. Hal disebabkan karena faktor finansial yang tidaksepenuhnya mendukung.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/379</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.379</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 87-104</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/379/325</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/380</identifier>
				<datestamp>2022-06-14T02:15:08Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/381</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T19:14:45Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/382</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T04:05:37Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/383</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:02Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SOCIAL MEDIA SEBAGAI MEDIA KAMPANYE PARTAI POLITIK 2014 DI INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Ardha, Berliani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak , Kekuatan media sosial untuk mempengaruhi masyarakat didasarkan secara eksklusifpada aspek sosialnya: ini berarti interaksi dan partisipasi yang bisa dilakukan melalui kampanye.Kampanye pada dasarnya adalah penyampaian pesan –pesan dari pengirim kepada khalayak.Dengan berkembangnya teknologi internet dan banyak penduduk di Indonesia menggunakaninternet serta mempunyai media sosial seperti facebook, twitter, blog dan youtube. Indonesiamenempati urutan kedelapan di seluruh dunia. Layanan jaringan media sosial yang khas bisaberbagi konten, komunitas web, dan forum internet media sosial dari alat dan komunitas yangberbeda. Penggunaan media sosial itu harus direncanakan, dikomunikasikan dan di programuntuk meningkatkan kredibilitas partai. komunikasi organisasi adalah pertimbangan yang pentinguntuk memastikan cukup interaksi dalam platform media sosial. Dapat disimpulkan bahwa mediasosial telah memainkan dan akan terus memainkan peran penting dalam kampanye politik politik2014. Sejauh penggunaan masa depan media sosial melalui platform seperti Facebook , Twitter ,dan Youtube , kandidat politik akan terus berinteraksi dengan pendukung dan menerimadukungan dalam bentuk sumbangan dan relawan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/383</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.383</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 105-120</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/383/329</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/384</identifier>
				<datestamp>2017-08-29T06:43:26Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/385</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T04:11:10Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/386</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T19:27:35Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/387</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:02Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PRODUKSI PROGRAM FASHION “ILOOK” DI NET TV</dc:title>
	<dc:creator>Robin, Patricia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak, Berbagai stasiun televisi berlomba-lomba menghadirkan program yang diharapkandapat menarik perhatian penontonnya, terutama di tengah-tengah persaingan industri televisi saatini yang semakin ketat. Setiap stasiun televisi berlomba menyuguhkan yang terbaik melaluiberbagai produksi programnya. NET TV sebagai salah satu stasiun televisi swasta lokal barumenyajikan satu program tayangan kategori soft news dengan format magazine yang berjudul“iLook”. Program ini menyajikan segala informasi yang berkaitan dengan fashion. Denganmenggunakan metode penelitian studi kasus yang dikaji secara kualitatif, teknik pengumpulandata primer observasi dan wawancara mendalam bersama key informan seperti produser, timkreatif, asisten produksi, editor dan kepala divisi produksi program bersangkutan, penelitian inibertujuan melakukan analisis terhadap proses produksi program tersebut. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa program ini memiliki berbagai strategi mulai dari pemilihan ide secaraselektif, pola rundown, naskah, konsep produksiyang diterapkan dilapangan sampai konsepediting yang digunakan agar audiens tertarik dengan konten yang disajikan. Disamping itu,penempatan waktu dan jam siaran yang tepat juga menjadi salah satu strategi supayaprogram ini semakin diketahui dan mendapat minat dari masyarakat luas</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/387</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.387</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 121-136</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/387/333</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/388</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T04:15:35Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/389</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:02Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI PROGRAM TAYANGAN INFOTAINMENT DI RCTI</dc:title>
	<dc:creator>Fachrudin, Andi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak, Tayangan infotainment adalah suatu kebutuhan yang wajib disetiap televisi. RCTImempersembahkan Intens untuk penonton setia demi memenuhi kebutuhan tontonan akanberita seputar selebritis. Tujuan dari semua program tak terkecuali Intens adalah untukmendapatkan rating dan share terbaik, dan untuk itu dibutuhkan strategi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi program apa yangditerapkan tayangan infotainment Intens. Pada penelitian ini strategi yang digunakan adalahstrategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu melalui fungsimanajemen, yaitu tahap perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan.Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metodepenelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukanmelalui wawancara mendalam . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penayangan yang digunakan untuk infotainment Intens adalah Head to head, Strong Lide In,dayparting, stripping, crossprogramming, dan bridging.Dapat disimpulkan bahwa strategi yangdigunakan telah berjalan sesuai yang direncanakan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/389</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.389</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 154-168</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/389/335</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/390</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T04:17:18Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/391</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:02Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI PENANGANAN KRISIS PARTAI DARI PANDANGAN PUBLIK</dc:title>
	<dc:creator>budianto, heri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak,Politik dengan magnitude besar dialami oleh partai politik sejak 1 hingga 2 tahunterakhir. Hampir semua partai-partai politik peserta pemilu baik partai lama maupun partai barumengalami krisis yang mengakibatkan guncangan organisasi dan efeknya penilaian negatif daripublik dan hilangnya kepercayaan publik (distrust). Penelitian ini menggunakan dua metode risetyakni tahap pertama melakukan Content Analysis dan discourse analysis, kemudian berikutnyamelakukan survey. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua partai politik mampumenghadapi krisis intenal partainya yang disebabkan oleh beberapa faktor diantara perilakukorupsi dan terseretnya kader partai mereka dalam persoalan korupsi. Kemudian konflik internalmenjadi faktor lain terjadinya krisis dan kemudian pelanggara etika yang dilakukan kader partaipolitik. Menurunnya kepercayaan publik kepada partai politik lebih banyak disebabkan olehkasus-kasus korupsi yang merupakan pengkhianatan publik, konflik internal dan pelanggarankode etik. Dalam menghadapi situasi itu partai politik harus membuktikan dengan langkah nyatapro terhadap pemberantasan korupsi dengan menindak tegas kader-kader yang terlibat sertamemperbaiki kinerja politiknya. Kemudian diperlukan penguasaan masalah dan pengalamanserta ketenangan dalam mengelola krisis sehingga luas dampak krisis dapat dikendalikan.Kata kunci: strategi politik, penanganan krisis, partai politik </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/391</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v13i1.391</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 13 No. 1 (2014): May 2014; 137-153</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/391/337</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/392</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T04:20:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/393</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/394</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T04:43:18Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/395</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:03Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN ANTARA IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI PT MEDIA DIAN SEJAHTERA</dc:title>
	<dc:creator>Darmawan, Iwan Heru</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak. Karyawan adalah aset berharga bagi perusahaan dalam segala usahanyamemberikan kontribusi bagi perusahaan itu sendiri. Dalam usahanya menciptakanhubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan diperlukan suatu proses komunikasidalam rangka menciptakan iklim komunikasi yang kondusif dan produktif demimenciptakan kegairahan dan termotivasinya karyawan dalam bekerja. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui ”Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi Dengan MotivasiKerja Karyawan di PT Media Dian Sejahtera”. Teori iklim komunikasi yang digunakanadalah Teori Redding, sedangkan teori motivasi kerja digunakan Teori Herzberg. Metodepenelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif ekplanatif . Metode yangdigunakan adalah metode survei dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulandata yang diolah untuk menghasilkan informasi tertentu. Populasi penelitian ini adalahkaryawan PT Media Dian Sejahtera dengan jumlah populasi sebanyak 75 orang. Penarikansampel digunakan teknik sampling total sampling. Hasil penelitian, hasil koefisien korelasipada penelitian ini sebesar (0,770) dengan nilai di atas 0,005 yang berarti menunjukanbahwa variabel iklim komunikasi organisasi tinggi dan cukup kuat terhadap variabelmotivasi kerja karyawan.Abstrak. Karyawan adalah aset berharga bagi perusahaan dalam segala usahanyamemberikan kontribusi bagi perusahaan itu sendiri. Dalam usahanya menciptakanhubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan diperlukan suatu proses komunikasidalam rangka menciptakan iklim komunikasi yang kondusif dan produktif demimenciptakan kegairahan dan termotivasinya karyawan dalam bekerja. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui ”Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi Dengan MotivasiKerja Karyawan di PT Media Dian Sejahtera”. Teori iklim komunikasi yang digunakanadalah Teori Redding, sedangkan teori motivasi kerja digunakan Teori Herzberg. Metodepenelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif ekplanatif . Metode yangdigunakan adalah metode survei dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulandata yang diolah untuk menghasilkan informasi tertentu. Populasi penelitian ini adalahkaryawan PT Media Dian Sejahtera dengan jumlah populasi sebanyak 75 orang. Penarikansampel digunakan teknik sampling total sampling. Hasil penelitian, hasil koefisien korelasipada penelitian ini sebesar (0,770) dengan nilai di atas 0,005 yang berarti menunjukanbahwa variabel iklim komunikasi organisasi tinggi dan cukup kuat terhadap variabelmotivasi kerja karyawan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/395</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i2.395</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 2 (2013): November 2013; 165-182</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/395/341</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/396</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/397</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/398</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/399</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:03Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GENDER AND THE ACTION FILM: QUESTIONS OF FEMALE HEROISM (ANALYSIS OF FEMALE MASCULINITY OF THE FEMALE HEROIC CHARACTER)</dc:title>
	<dc:creator>Hajariah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Briandana, Rizki</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak. Action telah memantapkan dirinya sebagai salah satu genre terkemuka yang telah hadirdi industri film untuk waktu yang lama. Meskipun film aksi sering kali diidentifikasi dengan filmproduksi Hollywood, dan disebut sebagai state-of-the-art dari film aksi, film Jmaes Bond,bagaimanapun, adalah pertama dan terutama adalah produk Inggris. Bergenre action, film iniditandai sebagai film berorientasi laki-laki (Tasker 2004: 8) sementara itu melalui esainya VisualPleasure and Narrative Cinema” oleh Laura Mulvey (1975) mengingatkan kita pada bagianpenting yang dimainkan oleh isu gender dan kritik film yang feminis, dalam analisis film aksi.Makalah ini membahas perkembangan film laga atau aksi dalam proses untuk membangunkarakter heroik perempuan, yang menunjukkan gagasan perempuan 'maskulinitas', istilah yangdiciptakan oleh Tasker (1993). Penguatan kode biner gender telah diteliti pada film-film aksiyang mengarah ke argumen pada identifikasi pemberdayaan atau eksploitasi dalam aksi yangdipilih teks filmis dari 2010 dan 2011. Perempuan Berdasarkan teori Laura Mulvey padapandangan laki-laki, analisis skrining tubuh di film action berkisar pada aspek narasi, dansinematografi film yang dipilih: Salt (Phillip Noyce, 2010).Abstrak. Action telah memantapkan dirinya sebagai salah satu genre terkemuka yang telah hadirdi industri film untuk waktu yang lama. Meskipun film aksi sering kali diidentifikasi dengan filmproduksi Hollywood, dan disebut sebagai state-of-the-art dari film aksi, film Jmaes Bond,bagaimanapun, adalah pertama dan terutama adalah produk Inggris. Bergenre action, film iniditandai sebagai film berorientasi laki-laki (Tasker 2004: 8) sementara itu melalui esainya VisualPleasure and Narrative Cinema” oleh Laura Mulvey (1975) mengingatkan kita pada bagianpenting yang dimainkan oleh isu gender dan kritik film yang feminis, dalam analisis film aksi.Makalah ini membahas perkembangan film laga atau aksi dalam proses untuk membangunkarakter heroik perempuan, yang menunjukkan gagasan perempuan 'maskulinitas', istilah yangdiciptakan oleh Tasker (1993). Penguatan kode biner gender telah diteliti pada film-film aksiyang mengarah ke argumen pada identifikasi pemberdayaan atau eksploitasi dalam aksi yangdipilih teks filmis dari 2010 dan 2011. Perempuan Berdasarkan teori Laura Mulvey padapandangan laki-laki, analisis skrining tubuh di film action berkisar pada aspek narasi, dansinematografi film yang dipilih: Salt (Phillip Noyce, 2010).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/399</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i2.399</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 2 (2013): November 2013; 183-198</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/399/345</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/400</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:01Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/401</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/402</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:03Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KESESUAIAN ISI TAYANGAN IKLAN TV DENGAN KELAS SOSIAL TARGET KONSUMEN</dc:title>
	<dc:creator>Primagara, Megi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak. Kemampuan iklan dalam menyampaikan pesan kepada konsumen menjadikanbidang ini memegang peran sangat penting bagi keberhasilan perusahaan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian gambaran iklan produk di televisi dengankelas sosial target konsumen, dan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan perancangkreatif iklan di Indonesia dalam menerjemahkan target konsumen produk ke dalam bahasagambar iklan televisi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis yang sangatbermanfaat untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai media massa. Secara umum,penelitian analisa isi dapat dibagi ke dalam sejumlah langkah yang berbeda yaitu: 1)menentukan populasi dan sampel penelitian; 2) menentukan kategorisasi; 3) memilih unitanalisis dari isi media; 4) mencocokkan isi media dengan kategorisasi yang dibuat danmenghitung frekuensinya dan; 5) mengemukakan hasilnya sebagai suatu distribusikeseluruhan dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 66.5% dari total iklan TVyang tayang di TV Indonesia selama tahun 2012 sudah menunjukkan kesesuaian antara targetkonsumen dengan gambaran iklan yang ditampilkan, sedangkan 33.5% spot iklan yangtayang di TV Indonesia selama tahun 2012 tidak menunjukkan kesesuaian. Dengan demikiankemampuan pekerja iklan di Indonesia dalam menyesuiaikan gambaran iklan dan targetkonsumen adalah baik.Abstrak. Kemampuan iklan dalam menyampaikan pesan kepada konsumen menjadikanbidang ini memegang peran sangat penting bagi keberhasilan perusahaan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian gambaran iklan produk di televisi dengankelas sosial target konsumen, dan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan perancangkreatif iklan di Indonesia dalam menerjemahkan target konsumen produk ke dalam bahasagambar iklan televisi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis yang sangatbermanfaat untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai media massa. Secara umum,penelitian analisa isi dapat dibagi ke dalam sejumlah langkah yang berbeda yaitu: 1)menentukan populasi dan sampel penelitian; 2) menentukan kategorisasi; 3) memilih unitanalisis dari isi media; 4) mencocokkan isi media dengan kategorisasi yang dibuat danmenghitung frekuensinya dan; 5) mengemukakan hasilnya sebagai suatu distribusikeseluruhan dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 66.5% dari total iklan TVyang tayang di TV Indonesia selama tahun 2012 sudah menunjukkan kesesuaian antara targetkonsumen dengan gambaran iklan yang ditampilkan, sedangkan 33.5% spot iklan yangtayang di TV Indonesia selama tahun 2012 tidak menunjukkan kesesuaian. Dengan demikiankemampuan pekerja iklan di Indonesia dalam menyesuiaikan gambaran iklan dan targetkonsumen adalah baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/402</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i2.402</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 2 (2013): November 2013; 215-230</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/402/348</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/403</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/404</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:01Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/405</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/406</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:03Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTRET PEREMPUAN DALAM PROGRAM KRIMINAL DI TELEVISI</dc:title>
	<dc:creator>Robin, Patricia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak. Program berita kriminal sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra. Bagipihak yang pro mengganggap acara ini dapat memberikan pelajaran dari akibat dilakukannyasuatu tindak kejahatan sehingga masyarakat lebih waspada terhadap peristiwa yang terjadidisekitar mereka demi keamanan diri, keluarga dan lingkungan. Sedangkan bagi pihak yangkontra menganggap bahwa berbagai berita kriminal ini justru menginspirasi dan mendorongmakin maraknya tindakan kriminal lain. Dalam hal ini yang rentan merasakan dampaknyaadalah kaum wanita. Oleh karena itu penulis ingin melihat secara obyektif bagaimana potretperempuan dalam program acara kriminal di televisi khususnya program TKP di Trans7.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yangdigunakan adalah analisis isi. Data diperoleh dari copy tayangan TKP di Trans7 periode 1-31januari 2008 yang subyeknya wanita. Hasil penelitian memberikan gambaran seperti apatayangan kriminal tkp di trans 7 serta seperti apa tkp menempatkan kaum wanita di dalamtayangannya.Hasilnya 82% TKP menyajikan kekerasan fisik,77% Nama subyekditampilkan,dan 55% Wajah subyek terlihat jelas.Dalam hal ini penulis memberikan Upayaupayaapa saja yang menurut penulis harus dilakukan untuk program acara kriminal ditrans7.Penulis juga berharap nantinya penelitian ini bisa menjadi acuan untuk perbaikan dankemajuan Trans7.Abstrak. Program berita kriminal sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra. Bagipihak yang pro mengganggap acara ini dapat memberikan pelajaran dari akibat dilakukannyasuatu tindak kejahatan sehingga masyarakat lebih waspada terhadap peristiwa yang terjadidisekitar mereka demi keamanan diri, keluarga dan lingkungan. Sedangkan bagi pihak yangkontra menganggap bahwa berbagai berita kriminal ini justru menginspirasi dan mendorongmakin maraknya tindakan kriminal lain. Dalam hal ini yang rentan merasakan dampaknyaadalah kaum wanita. Oleh karena itu penulis ingin melihat secara obyektif bagaimana potretperempuan dalam program acara kriminal di televisi khususnya program TKP di Trans7.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yangdigunakan adalah analisis isi. Data diperoleh dari copy tayangan TKP di Trans7 periode 1-31januari 2008 yang subyeknya wanita. Hasil penelitian memberikan gambaran seperti apatayangan kriminal tkp di trans 7 serta seperti apa tkp menempatkan kaum wanita di dalamtayangannya.Hasilnya 82% TKP menyajikan kekerasan fisik,77% Nama subyekditampilkan,dan 55% Wajah subyek terlihat jelas.Dalam hal ini penulis memberikan Upayaupayaapa saja yang menurut penulis harus dilakukan untuk program acara kriminal ditrans7.Penulis juga berharap nantinya penelitian ini bisa menjadi acuan untuk perbaikan dankemajuan Trans7.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/406</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i2.406</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 2 (2013): November 2013; 243-258</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/406/352</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/407</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/408</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:03Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSTRUKSI KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN MEDIA PADA ANAK USIA DINI DI KEC. KATAPANG KABUPATEN BANDUNG</dc:title>
	<dc:creator>Budiana, Heru Ryanto</dc:creator>
	<dc:creator>Sjafirah, Nuryah Asri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak. Dewasa ini anak-anak dapat menonton berbagai tayangan di televisi padahal isi televisitidak selamanya baik untuk masyarakat terutama anak-anak. Berbagai muatan kekerasan,hedonisme, konsumerisme, mistik, pornografi dan budaya instan hadir dalam setiap keluargamelalui televisi. Hal ini membuktikan bahwa televisi memiliki dua wajah: wajah baik dan wajahburuk. Sementara banyak orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk menjaga anak-anaknyadari terpaan wajah buruk media. Anak belum memiliki kemampuan filtrasi aktif, oleh karena ituorang dewasa dalam hal ini orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan media pada anak.Idealnya pendidikan media diberikan di jenjang usia dini. Sejak pertama kali anak dapatberinteraksi dengan media. Namun untuk melakukan pendidikan media pada anak usia dinibukanlah hal yang mudah karena orang tua harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prinsippembelajaran untuk anak usia dini, mengingat anak usia dini adalah pembelajar yang aktif.Orang tua perlu melakukan pendampingan atau parental mediation merujuk pada upayamemodifikasi atau bahkan mencegah efek yang berhubungan dengan interaksi anak dan televisi.Abstrak. Dewasa ini anak-anak dapat menonton berbagai tayangan di televisi padahal isi televisitidak selamanya baik untuk masyarakat terutama anak-anak. Berbagai muatan kekerasan,hedonisme, konsumerisme, mistik, pornografi dan budaya instan hadir dalam setiap keluargamelalui televisi. Hal ini membuktikan bahwa televisi memiliki dua wajah: wajah baik dan wajahburuk. Sementara banyak orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk menjaga anak-anaknyadari terpaan wajah buruk media. Anak belum memiliki kemampuan filtrasi aktif, oleh karena ituorang dewasa dalam hal ini orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan media pada anak.Idealnya pendidikan media diberikan di jenjang usia dini. Sejak pertama kali anak dapatberinteraksi dengan media. Namun untuk melakukan pendidikan media pada anak usia dinibukanlah hal yang mudah karena orang tua harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prinsippembelajaran untuk anak usia dini, mengingat anak usia dini adalah pembelajar yang aktif.Orang tua perlu melakukan pendampingan atau parental mediation merujuk pada upayamemodifikasi atau bahkan mencegah efek yang berhubungan dengan interaksi anak dan televisi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/408</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i2.408</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 2 (2013): November 2013; 259-274</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/408/354</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/409</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/410</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:03Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS HUMAS BADAN LAYANAN UMUM (BLU) DALAM MENSOSIALISASIKAN TRANS JAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Sonia, Gabriella</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak. Public relations merupaan suatu fungsi manajemen yang berperan pentingdalam menjalankan proses komunikasi yang berperan dalam proses penyampaianinformasi secara berkelanjutan dan berkesinambungan mengenai perusahaan atauorganisasi. Keberadaan humas sebagai sumber informasi bagi publik terasa penting diera globalisasi ini. Bidang humas merupakan salah satu aspek penting bagi organisasi.Baik itu organisasi profit maupun notprofit. Trans Jakarta merupakan salah satuprogram kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang dikeluarkan pada tahun 2004, karenapada saat itu di Jakarta mengalami kemacetan lalu lintas dan untuk menanggulangihal tersebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menugaskan Badan Layanan Umum(BLU) untuk melaksanakan tugas pelayanan publik dengan menciptakan tradisitransportasi modern. Kemudian sosialisasi program ini adalah salah satu tugas Humasyang harus dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Hasil penelitian yangdiperoleh bahwa Humas dalam mensosialisasikan program TIJE tidak sendirimelainkan dengan TIM. Dalam melakukan aktivitas sosialisasi program TIJE.Humas memiliki berbagai kegiatan diantaranya, perayaan 1 tahun kinerjaTransjakarta, Publik Hearing, Sosialisasi dengan Media Eksternal- Buletin,TalkShow, sedangkan evaluasi humas melalui media monitoring.Abstrak. Public relations merupaan suatu fungsi manajemen yang berperan pentingdalam menjalankan proses komunikasi yang berperan dalam proses penyampaianinformasi secara berkelanjutan dan berkesinambungan mengenai perusahaan atauorganisasi. Keberadaan humas sebagai sumber informasi bagi publik terasa penting diera globalisasi ini. Bidang humas merupakan salah satu aspek penting bagi organisasi.Baik itu organisasi profit maupun notprofit. Trans Jakarta merupakan salah satuprogram kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang dikeluarkan pada tahun 2004, karenapada saat itu di Jakarta mengalami kemacetan lalu lintas dan untuk menanggulangihal tersebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menugaskan Badan Layanan Umum(BLU) untuk melaksanakan tugas pelayanan publik dengan menciptakan tradisitransportasi modern. Kemudian sosialisasi program ini adalah salah satu tugas Humasyang harus dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Hasil penelitian yangdiperoleh bahwa Humas dalam mensosialisasikan program TIJE tidak sendirimelainkan dengan TIM. Dalam melakukan aktivitas sosialisasi program TIJE.Humas memiliki berbagai kegiatan diantaranya, perayaan 1 tahun kinerjaTransjakarta, Publik Hearing, Sosialisasi dengan Media Eksternal- Buletin,TalkShow, sedangkan evaluasi humas melalui media monitoring.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/410</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i2.410</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 2 (2013): November 2013; 275-289</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/410/356</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/411</identifier>
				<datestamp>2019-08-14T09:26:23Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/412</identifier>
				<datestamp>2017-08-29T07:01:04Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/413</identifier>
				<datestamp>2022-01-05T21:47:03Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENANAMAN NILAI ANTI KORUPSI DI PERGURUAN TINGGI SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENCEGAHAN KORUPSI</dc:title>
	<dc:creator>Suryani, Ita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak. Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat mengandalkan semata-mata pada upayapenindakan yang menjadi kewenangan institusi penegak hukum. Upaya pencegahan korupsidengan ikut serta membangun budaya anti korupsi di masyarakat menjadi faktor pentingdalam upaya pemberantasan korupsi. Sebagai salah satu elemen masyarakat mahasiswadiharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsidi masyarakat. Untuk dapat berperan aktif mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuanyang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Pendidikan anti korupsiditujukan agar mahasiswa dapat mengetahui dengan jelas permasalahan korupsi yang sedangterjadi dan usaha untuk mencegahnya. Tulisan ini menjelaskan mengenai pendidikan antikorupsi dan juga untuk mengatahui bagaimana pendidikan anti korupsi diajarkan di kampus.Upaya pembekalan mahasiswa dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain : kegiatansosialisasi, kampanye, seminar atau perkuliahan. Pendidikan anti korupsi bagi mahasiswabertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi danpemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Tujuan jangka panjangnyaadalah menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan mahasiswa dan mendorong mahasiswauntuk dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.Abstrak. Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat mengandalkan semata-mata pada upayapenindakan yang menjadi kewenangan institusi penegak hukum. Upaya pencegahan korupsidengan ikut serta membangun budaya anti korupsi di masyarakat menjadi faktor pentingdalam upaya pemberantasan korupsi. Sebagai salah satu elemen masyarakat mahasiswadiharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsidi masyarakat. Untuk dapat berperan aktif mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuanyang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Pendidikan anti korupsiditujukan agar mahasiswa dapat mengetahui dengan jelas permasalahan korupsi yang sedangterjadi dan usaha untuk mencegahnya. Tulisan ini menjelaskan mengenai pendidikan antikorupsi dan juga untuk mengatahui bagaimana pendidikan anti korupsi diajarkan di kampus.Upaya pembekalan mahasiswa dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain : kegiatansosialisasi, kampanye, seminar atau perkuliahan. Pendidikan anti korupsi bagi mahasiswabertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi danpemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Tujuan jangka panjangnyaadalah menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan mahasiswa dan mendorong mahasiswauntuk dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Mercu Buana</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/413</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22441/visikom.v12i2.413</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Visi Komunikasi; Vol. 12 No. 2 (2013): November 2013; 306-323</dc:source>
	<dc:source>2581-2335</dc:source>
	<dc:source>1412-3037</dc:source>
	<dc:source>10.22441/visikom.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/viskom/article/view/413/359</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Visi Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/414</identifier>
				<datestamp>2016-08-30T23:23:55Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/415</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/416</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T07:02:39Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/417</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T07:02:39Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/418</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/419</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/420</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/421</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/422</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/423</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/424</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/425</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:45:42Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/448</identifier>
				<datestamp>2016-04-12T20:40:01Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/473</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/475</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/478</identifier>
				<datestamp>2016-10-26T18:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/902</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/903</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/904</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/905</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/907</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/908</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/909</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/910</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/911</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/912</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:14:06Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/1261</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:13:59Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/1262</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:13:59Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/1263</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:13:59Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/1264</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:13:59Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/1265</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:13:59Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.publikasi.mercubuana.ac.id:article/1266</identifier>
				<datestamp>2017-07-30T04:13:59Z</datestamp>
				<setSpec>viskom:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-05-29T05:37:41Z"
			completeListSize="337"
			cursor="0">a085d8b440fc8e6518db4db0ab4b2d5e</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
