PERNIKAHAN DAN SUBJECTIVE WELL-BEING: SEBUAH KAJIAN META-ANALISIS
DOI:
https://doi.org/10.22441/biopsikososial.v1i2.2165Abstract
Studi ini merupakan studi meta-analisis hubungan antara pernikahan dengan subjective well-being. Studi ini mengumpulkan 10 data primer. Hasil studi menunjukkan adanya hubungan antara pernikahan dengan subjective well-being. Studi meta-analisis ini mendukung studi-studi terdahulu yang menyatakan bahwa pernikahan berkorelasi dengan subjective well-being, artinya orang-orang yang statusnya menikah memiliki subjective well-being yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang tidak menikah.Downloads
References
*Anindya, A. S. & Soetjiningsih, C. H. (2017). Kepuasan Perkawinan dengan Kesejahteraan Subjektif Perempuan dengan Profesi Guru Sekolah Dasar. Insan. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental. 2017. Vol. 2 (1), 42-50 Arbiyah, N., Nurwianti, F. & Oriza, I. I. D. (2008). Hubungan Bersyukur dan Subjective Well Being pada Penduduk Miskin. Jurnal Psikologi Sosial. Vol. 14, No. 01, Januari, 11-24 Aryanto, C., B. & Hartono, S., S., B. (2014). Perbandingan Subjective Well-Being Musisi dan Non-Musisi. Mind Set (Jurnal Ilmiah Psikologi). Vol. 6. No. 1, Desember, 1-13
Aryati, A. D. (2010). Hubungan antara Kepuasan Perkawinan dengan Subjective Well-Being pada Wanita Dual Career. Skripsi. (Tidak diterbitkan). Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta
Christina, D. & Matulessy, A. (2016). Penyesuaian Perkawinan, Subjective Well-Being dan Konflik Perkawinan. Persona. Jurnal Psikologi Indonesia. Januari 2016. Vol. 5, No.01, hal. 1-14
Dewi, L. H. (2009). Hubungan antara Penyesuaian Diri dalam Perkawinan dengan Kepuasan dalam Perkawinan pada Wanita yang Bekerja. Skripsi. (Tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas psikologi Universitas Sanata Dharma Diener, E. & Ryan, K. (2009). Subjective Well-Being : A General Overview. South African Journal of Psychology, 39(4), pp. 391-406 Diener. E. (2000). Subjective Well-Being: The Science of Happiness and a Proposal for a National Index. American Psychologist Journal. 55(1), 34-43 Diener. E., Suh, E., M., Lucas, R. E., & Smith, H. L. (1999). Subjective Well-Being : Three Decades of Progress. Psychological Bulletin, 1999, Vol.125, No.2, 276-302 Indriastuti. N. W. (2017). Subjective Well-Being pada Perempuan Menikah Dini dengan Usia Pernikahan Long-Term Marriage : Pendekatan Kualitatif Metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Proceeding Book. Seminar Nasional “Penerapan Psikologi Positif pada Masyarakat Urban”. Surabaya : Fakultas Psikologi Universitas Surabaya Kurniati, N. M. T. (2011). Tingkat Keberfungsian Keluarga dan Subjective Well-Being pada Remaja : Tinjauan Circumplex. Jurnal Psikologi. Depok : Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Latipah, E. (2010). Strategi Self Regulated Learning dan Prestasi Belajar: Kajian Meta Analisis. Jurnal Psikologi. Vol. 37. No. 1. Juni 2010. 110-129 Miswiyawati, D. (2017). Subjective Well-Being pada Pasangan yang Menikah Muda. Skripsi. (tidak diterbitkan). Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Nayana, F. R. (2013). Kefungsian Keluarga dan Subjective Well-Being pada Remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. Vol.01, No.02, Agustus, 230-244 Rufaedah. A. (2012). Hubungan Antara Self-Construal dan Subjective Well-Being pada Etnis Jawa. Tesis (tidak diterbitkan). Depok : Fakultas Psikologi Program Studi Ilmu Psikologi Peminatan Psikologi Sosial. Universitas Indonesia Ryan, R. M. & Deci, E. L. (2001). On Happiness and Human Potentials: a Review of Research on Hedonic and Eudamonic Well Being. Annual Review Psychology. 52:141-166 Sasmita, M. & Yulianti, A. (2013). Kesepian dengan Kesejahteraan Subjektif pada Usia Lanjut yang Tinggal di Panti Jompo Khusnul Khotimah Pekanbaru Riau. Psympathic (Jurnal Ilmiah Psikologi). Vol. VI, No. 1, Juni, 825-832 Setyawan, A. (2016). Kualitas Hidup Perempuan Pulau mandangin yang Menikah Dini. Skripsi. (tidak diterbitkan). Surabaya : Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Snyder, S. R. & Lopez, S. J. (2007). Handbook of Positive Psychology. New York: Oxford University Press Soetjiningsih, C. H. (2012). Karakter Entrepreneur, Prestasi Studi, dan Subjective Well-Being pada Mahasiswa Tahun Pertama (Studi di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga). Proceeding. Temu Ilmiah Nasional VIII Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Himpunan Psikologi Indonesia, 93-104
Subrata, P. (2015). Hubungan antara Penyesuaian Pernikahan dengan Kepuasan Pernikahan pada Suami Istri Beda Agama. Skripsi. (Tidak diterbitkan). Jakarta : Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana
Suminar, D. R. (2006). Studi Meta-Analisis Pretend Play dan Perkembangan Kognitif. INSAN. Vol. 8, No. 1, April, 41-53
Syahrir, R. (2017). Hubungan Penyesuaian Perkawinan dengan Kebahagiaan pada Remaja (Desa Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara). Psikoborneo. 2017. 5 (2), 256-266 Tjubandrio. F., Rahaju, S., & Prihanto, S. (2012). Art Therapy untuk Peningkatan Subjective Well-Being Lansia. Jurnal Psikologi Indonesia. 2012. Vol. IX, No. 2, 67-74
Triwahyuningsih, Y. (2017). Kajian Meta-Analisis Hubungan antara Self
Published
How to Cite
Issue
Section
License
1. The journal and respective authors hold exclusive copyrights of all materials published in Jurnal Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana (JBUMB).
2. Any reproduction of any parts from the journal, without proper acknowledgment or prior permission, will result in an infringement of intellectual property laws.
3. JBUM is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), which means that this journal has the rights to copy and redistribute its materials in any medium or format and adapt the materials for any purpose as long as it keeps the Author's name as the owner of Copyright.
4. Printed and electronically published manuscripts are open access for educational, research, and library purposes. The editorial board shall not be liable for violations of copyright law for other purposes.









