KECENDERUNGAN PENYAJIAN ISU POLITIK DALAM BERITA HARIAN KOMPAS PASCA PELANTIKAN PRESIDEN JOKOWI PERIODE DESEMBER 2014

Penulis

  • Ahmad Mulyana Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercubuana, Jakarta

Kata Kunci:

Kecenderungan, Berita, Penyajian pesan

Abstrak

Dinamika Pemilu dan Pilpres 2014 yang telah berlalu menggambarkan potret perilaku media massa, baik cetak seperti surat kabar maupun elektronik seperti televisi. Keberpihakan media terhadap masing masing kepentingan baik partai maupun calon presiden begitu gamblang terbelah dua antara Jokowi dan Prabowo. Hal itu terlihat dari cara bagaimana media mengemas berita-berita. Bagaimana kecenderungan penyajian pesannya, khususnya di Harian Kompas sebagai harian yang berskala nasional dan memiliki kredibilitas dan reputasi media yang baik Adapun teori yang terkait adalah teori tentang konstruksi realitas media dan teori tentang pesan; dilihat dari himbauan, struktur, dan cara penyajiannya. Berdasarkan itu maka penellitian ini dilakukan dengan metode analisis isi secara kuantitatif. Dengan rumus Kripendorf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata kecenderungan penyajian iklan secara gambalang menunjukan kepberpihakan pada calon tertentu. Dan setelah Pilpres pun kecenderungan untuk mengarahkan Opini positif pada Presiden Jokowi tetap kentara. Tidak ada pola yang jelas dari penyajiannya tapi secara motif sangat jelas mengarahkan opini bahwa Jokowi harus dicitrakan secara positif. Saran dari penelitian ini adalah agar kompas lebih mengedepankan independensi dan tidak menjadi surat kabar partisan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2018-03-08

Cara Mengutip

Mulyana, A. (2018). KECENDERUNGAN PENYAJIAN ISU POLITIK DALAM BERITA HARIAN KOMPAS PASCA PELANTIKAN PRESIDEN JOKOWI PERIODE DESEMBER 2014. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Sosial (JIES), 4(1), 15–26. Diambil dari https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jies/article/view/2417

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.