TRANSFORMASI TRADISI BAJAPUIK ADAT PERNIKAHAN PARIAMAN (Studi Fenomenologi Komunikasi Antarbudaya Perantau Jakarta)
DOI:
https://doi.org/10.22441/mediakom.v11i2.22251Kata Kunci:
Transformasi, Tradisi Bajapuik, Adat Pernikahan PariamanAbstrak
Tradisi Bajapuik merupakan ritual pernikahan adat yang dilakukan oleh masyarakat Pariaman, suatu perubahan tradisi Bajapuik di masyarakat Pariaman urban melalui proses komunikasi antar budaya di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara detail transformasi tradisi bajapuik yang dilakukan oleh perantaug di perkotaan. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi sosial dan teori interaksi simbolik Alfred Schutz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fenomenologi dengan paradigma konstruktivis. Informan penelitian ini adalah perantau dari Pariaman dan memahami pengalaman tradisi Bajapuik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi transformasi dalam tradisi Bajapuik berupa perubahan makna simbol budaya bagi pendatang dalam mempertahankan tradisi Bajapuik yang sebelumnya memiliki makna sebagai simbol identitas Pariaman-Minangkabau. Keadaan individu dan modern masyarakat perkotaan terlibat dalam politik identitas dimana masyarakat selalu mencari formasi identitas baru. Terdapat transformasi makna Bajapuik, simbol Bajapuik dan prosesi tradisi Bajapuik dalam lingkungan sosial nomaden Jakarta dan dalam mengekspresikan identitas etnis Minang karena kesadaran individu untuk mempertahankan tradisi Bajapuik yang konvensional.Unduhan
Data unduhan belum tersedia.
Unduhan
Cara Mengutip
Rahayu, R. G., & Mulyana, A. (2023). TRANSFORMASI TRADISI BAJAPUIK ADAT PERNIKAHAN PARIAMAN (Studi Fenomenologi Komunikasi Antarbudaya Perantau Jakarta). MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi, 11(2), 116–123. https://doi.org/10.22441/mediakom.v11i2.22251
Terbitan
Bagian
Articles




