Work Stress dan Subjective Well-Being pada Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.22441/merpsy.v13i1.17599Kata Kunci:
Work Stress, Subjective Well-Being, Tenaga Kesehatan, COVID-19Abstrak
Penelitian ini bertujuan menemukan keterkaitan antara Work Stress dengan Subjective Well-Being pada tenaga kesehatan di masa Pandemi COVID-19. Subjective Well-Being merupakan perasaan menyeluruh mengenai kehidupan individu dalam hal yang bersifat positif dan negatif, selain itu terdapat juga perihal kesejahteraan umum dan penyakit (Sell & Nagpal, 1992). Work-related stress sebagai stress yang muncul terkait dengan pekerjaan yang disebabkan oleh karakteristik dari pekerjaan yang buruk dan menjadikan ketidakseimbangan dari tuntutan pekerjaan dari segi fisik maupun psikologis (Holmgren, 2008). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive-accidental sampling dan diikuti oleh 133 partisipan tenaga kesehatan (M-usia=27,4, SD=6,8; Laki-laki=34; Perempuan=99). Alat ukur yang digunakan adalah Work-stress Questionaire (Holmgren, 2008) dan Subjective Well-being (Sell & Nagpall, 1992) yang diadaptasi dengan konteks pandemic Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan hasil dalam penelitian ini didapatkan nilai korelasi (r= -0,259 ; p< 0,05). Terdapat korelasi negatif antara Work Stress dengan Subjective Well-Being pada tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Hasil penelitian ini dapat diartikan jika semakin tinggi work stress yang dimiliki tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19 ini maka akan menurunkan tingkat Subjective Well-Being tenaga kesehatan tersebut dan sebaliknya ketika tenaga kesehatan memiliki Work Stress yang rendah maka akan meningkatkan Subjective Well-Being.Unduhan
Referensi
Azwar, Saifuddin. 2020. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Budiastuti, Dyah & Agustinus Bandur. 2018. Validitas dan Reliabilitas. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Creswell, John. W. 2017. Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Desi, Tanti, & Yulius Yusak Ranimpi. (2019). Subjective Well-Being Perawat yang Bekerja di RS Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang. Jurnal Insight Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember. Vol. 15, No. 2.
Dewi, Lharasati & Naila Nasywa. 2019. Faktor-faktor yang mempengaruhi Subjective Well-Being. Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan. Magister Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Ahmad Dahlan. Vol. 1, No. 1, Mei 2019, pp. 54-62.
Diener, E. (1984). Subjective Well-Being. Psycbologjcal Bulletin. Vol.95, No. 3,542-575
Diener, E., Lucas, R. E., & Oishi, S. (2002). Subjective Well-Being: The science of happiness and life satisfaction. Handbook of positive psychology, 2, 63-73.
Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2015). National accounts of Subjective Well-Being. American psychologist, 70(3), 234.
Diener, E., Suh, E. M., Lucas, R. E., & Smith, H. L. (1999). Subjective Well-Being: Three decades of progress. Psychological bulletin, 125(2), 276.
Folkman, S. (2013). Stress: Appraisal and Coping. Encyclopedia of Behavioral Medicine, 1913–1915. doi:10.1007/978-1-4419-1005-9_215
Goni, David D., Febi K. Kolibu, & Paul A.T. Kawatu. (2019). Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Mubune Kecamatan Likupang Barat Minahasa Utara. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal Kesmas, Vo. 8. No. 6
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. 2020. Standar Alat Pelindung Diri (APD) untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia di perbaharui April 2020. Jakarta : Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
Habibah, Umi, Diah Karmiyati, dan Iswinarti. (2019). Pengaruh Dukungan Sosial Online terhadap Kesejahteraan Subjektif yang Dimoderasi Jenis Kelamin pada Siswa SMA. Magister Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang. Jurnal Prosiding.
Heiden, Marina, Linda Widar & Birgitta Wiitavaara & Eva Boman. (2020). Telework in Academia: Associations with Health and Well-being among Staff. Higher Education https://doi.org/10.1007/s10734-020-00569-4.
Holmgren, K. (2008). Work-related stress in women. Assessment, prevalence and return to work. Institute of Neuroscience and Physiology. Department of Clinical Neuroscience and Rehabilitation.
Holmgren, K., Hensing, G., & Dahlin-Ivanoff, S. (2009). Development of a questionnaire assessing work-related stress in women–identifying individuals who risk being put on sick leave. Disability and rehabilitation, 31(4), 284-292.
Jubir Pemerintah: Penerapan Physical Distancing Diperkuat Melalui Kebijakan PSBB. Diakses pada tanggal 12 Agustus 2020, Pukul 13.10 WIB. https://nasional.kompas.com/read/2020/04/10/18195851/jubir-pemerintah-penerapan-physical-distancing-diperkuat-melalui-kebijakan.
Kurniawati, Nurul Imani, Riandhita Eri Werdani, Robetmi Jumpakita Pinem. 2018. Analisis Pengaruh Work Family Conflict dan Beban Kerja Terhadap Stres Kerja Dalam Mempengaruhi Turnover Intention (Studi Pada Karyawan PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk Wilayah Semarang). Jurnal Administrasi Bisnis. Manajemen Pemasaran, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro. Volume 7, Nomor 2, September 2018, pp. 95-102
Matondang, Zulkifli. 2009. Validitas dan Reliabilitas suatu Instrumen Penelitian. Jurnal Tabularasa PPS Unimed, Vol. 6, No.1, 87-97
Muhyiddin. 2020. COVID-19, New Normal dan Perencanaan Pembangunan di Indonesia. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Republik Indonesia. The Indonesian Journal of Development Planning, Volume IV No. 2 – Juni 2020.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. 2020. DPP PPNI Sukses Gelar Doa Perawat Untuk Negeri. Diakses pada tanggal 23 September 2020. Pukul 22.36 WIB. https://ppni-inna.org/index.php/public/information/news-detail/940
Puteri, L. A., & Syaebani, M. I. (2018). Employees Work Stress Level in the Hospital. International research journal of business studies, 11(3), 232-243.
Rehman, U., Shahnawaz, M. G., Khan, N. H., Kharshiing, K. D., Khursheed, M., Gupta, K., & Uniyal, R. (2020). Depression, anxiety and stress among Indians in times of COVID-19 lockdown. Community mental health journal, 1-7.
Samputri, Shinta Kumala & Hastaning Sakti. (2015). Dukungan Sosial dan Subjective Well-Being pada Tenaga Kerja Wanita PT. Arni Family Ungaran. Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro. Jurnal Empati, Vol. 4(4), 208-216
Sarjono, Haryadi., dan Julianita, Winda. (2011). SPSS vs LISREL: Sebuah Pengantar, Aplikasi untuk Riset. Jakarta: Salemba Empat.
Sell, H & R., Nagpal (1992). The Subjective Well-Being inventory (SUBI). International Journal of Mental Health, 23(3), 89-102.
Siyoto, Dr. Sandu & M. Ali Sodik. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.
Sugiyono, Prof. Dr. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Taylor, S. (2019). The psychology of pandemics: Preparing for the next global outbreak of infectious disease. Cambridge Scholars Publishing.
Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Diakses pada tanggal 12 Agustus 2020. Pukul 14.15 WIB. https://ipkindonesia.or.id/media/2017/12/UU-No.-36-Th-2014-ttg-Tenaga-Kesehatan.pdf
Vibriyanti, D. (2020). Kesehatan Mental Masyarakat: Mengelola Kecemasan di Tengah Pandemi COVID-19. Jurnal Kependudukan Indonesia, 69-74.
WHO Coronavirus Disease (COVID-19) Dashboard. Diakses pada tanggal 14 Agustus 2020, Pukul 10.13 WIB. https://covid19.who.int/
Yuliana. 2020. Corona Virus Disease (COVID-19); Sebuah Tinjauan Literarur. Wellness and Healthy Magazine. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Volume 2, Nomor 1, Februari 2020, p. 187-192
Zhang, L., Jue, F. U., Benxian, Y. A. O., & Zhang, Y. (2019). Correlations among Work Stressors, Work Stress Responses, and Subjective Well-Being of Civil Servants: Empirical Evidence from China. Iranian journal of public health, 48(6), 1059.
Zhu, Z., Xu, S., Wang, H., Liu, Z., Wu, J., Li, G., ... & Zhu, S. (2020). COVID-19 in Wuhan: Immediate Psychological Impact on 5062 Health Workers. MedRxiv.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. The journal and respective authors hold exclusive copyrights of all materials published in Merpsy Journal.
2. Any reproduction of any parts from the journal, without proper acknowledgment or prior permission, will result in an infringement of intellectual property laws.
3. Merpsy is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), which means that this journal has the rights to copy and redistribute its materials in any medium or format and adapt the materials for any purpose as long as it keeps the Author's name as the owner of Copyright.
4. Printed and electronically published manuscripts are open access for educational, research, and library purposes. The editorial board shall not be liable for violations of copyright law for other purposes.









