KAJIAN VISUAL WARNA PADA KESENIAN MUTURUK MENTAWAI
Keywords:
Skema Warna, Muturuk, Pariwisata, MentawaiAbstract
Ringkasan
Warna merupakan salah satu unsur visual atau rupa yang memiliki kekuatan dapat mempengaruhi seseorang atau sesuatu. Terdapat keterkaitan unsur warna terhadap objek desain secara visual pada suatu produk, sehingga perusahaan harus memahami psikologi warna sebelum memasarkan produknya. Warna dapat dekat dengan manusia karena terbentuk dari cahaya yang dengan intensitas tertentu yang menyentuh mata manusia. Oleh sebab itu, warna pun menjadi salah satu unsur visual yang turut dipertimbangkan ketika merancang sesuatu. Kaitan yang jelas antara warna dan budaya tentu akan mengarahkan peneliti pada makna tertentu yang disepakati oleh kelompok masyarakat tersebut. Selain itu warna juga memiliki relasi dengan emosi yang dapat direspon oleh manusia. Salah satu unsur kebudayaan Mentawai yakni kesenian Muturuk. Kesenian ini sangat dekat dengan aktivitas suku Mentawai dalam berbagai upacara adat. Kesenian ini merupakan representasi dari gambaran dari kehidupan alam. Busana tradisional Muturuk hadir dengan berbagai aksesoris yang melekat pada tubuh pelaku seninya. Setiap hal yang menempel pada pelaku tentu memiliki makna yang mewakili konsep hidup dan budaya dari suku Mentawai. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti pada tahapan awal akan mengamati kesenian tersebut secara visual sehingga dapat memberikan skema warna pada suku Mentawai tentu berkaitan dengan aspek budaya Mentawai. Dengan demikian harapannya penelitian ini dapat menemukan skema warna suku Mentawai sehingga dapat digunakan dalam membentuk citra/image mewakili daerah tersebut. Selanjutnya menjadi asset dan dapat berkontribusi bagi PEMDA Kabupaten Mentawai dalam membentuk dan mengembangkan produk-produk maupun kampanye pelestarian pariwisata di Mentawai.
Kata Kunci: Skema Warna, Muturuk, Pariwisata, Mentawai
Abstract
Color is one of the visual elements that has the power to affect someone or something. Because color elements have direct relevances to the object visually, the company must understand the psychology of color before marketing the product. Therefore, color becomes one of the visual elements that needs to be considered when designing something. A clear link between color and culture will lead to a certain meaning agreed upon by the community. In addition, the color also has a relationship with emotions that can be responded by humans. One element of Mentawai culture is Muturuk art. This art is very close to the activities of Mentawai tribe in their various ceremonies. This art is a representation of the image of the natural life. Muturuk traditional costumes comes with various accessories attached to the body of the artists or members of the tribe. They have meanings that represents the concept of life and culture of the Mentawai tribe. This study is a part of preliminary research in defining Mentawai visual image in order to build and promote Mentawai tourism. This research is focused to observe Muturuk art to establish color scheme that can represent Mentawai culture, as part of preliminary research in defining Mentawai visual image to that can contribute to conserve local heritage, develop local products to build economic strength, and promote tourism in Mentawai.
Keywords: Color scheme, Muturuk, Tourism, Mentawai
Downloads
References
Jurnal :
Agustan & Anwar, Bachtiar Ilyas. (2017). Tinjauan Unsur Visual dan Gaya
Ilustrasi pada Buku ― Ensiklopedia Negeriku‖ Seri Rumah Adat. Narada 4(2), 187-196.
Asthararianty. (2013). Penafsiran Warna-Warna Tradisional Bali Dalam Buku Autobiografi Seniman I Made Ada dan Made Wianta Melalui Pendekatan Hermeneutika. Nirmana 15(1), 25-32.
Astuti, S. B., & Satriani, S. (2011). Komposisi Warna Etnik Dayak sebagai Pembentuk Image Budaya Pada Olahan Desain Interior. IDEA, xx.
Badan Pusat Statistik. (2013). Mengulik Data Suku di Indonesia. Diambil dari https://www.bps.go.id/news/2015/11/18/127/mengulik-data-suku-di-indonesia.html
Darmaprawira, S. (2002). Warna Teori dan Kreativitas Pengunaannya. Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung.
Epss, K. N. H. (2004). Relatinship Between Color and Emotion : A Study of College Students. College Student Journal 38(3), 395-405.
Hemphill, M. (1996). A Note On Adult Colour Emotion Assosiations. The Journal of Genetic Psychology 157(3), 275-280.
Jakti, R. D., & Purbasari, M. (2011). Warna Dari Sisi Budaya/ Kultural Menggunakan Teori Johannes Itten. Humaniora 2(2), 474-482.
Kuntowijoyo. (2006). Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
Meilani. (2013). Teori Warna : Penerapan Lingkaran Warna Dalam Berbusana. Humaniora 4(1), 326-338.
Purbasari, M., Luzar, L. C., & Farhia, Y. (2015). Analisis Asosiasi Kultural Atas Warna. Humaniora 5(1), 172-184.
Aswan, R. Kajian Strategi Visual Pada Media Promosi Motion Graphic Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Volume 5 Edisi 2 September 2018. Narada: Jurnal Desain Dan Seni. 4(3)
Rizka, Annisa Rachimi. (2017). Peran Warna Khas dalam Kemasan Produk dalam Konteks Brand Identity. Narada 4(1), 53-60.
Resita, M. P. (2011). Teori Yang Memperkuat Kebutuhan Penamaan Warna Untuk Buku Khazana Warna. Humaniora 2(2), 1474-1482.
Siandari, A. (2013). Makna Simbolis Pakaian Adat Pengantin Suku Sasak Lombok NTB. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Soedarwanto, Hady. (2015). Aspek Etika dan Estetika pada Desain Media Informasi Ruang Publik. Narada 2(2), 161-171.
Ulita, N. (2013). Strategi Pemasaran Pariwisata Mentawai Melalui Kesenian Muturuk. Yogyakarta: Institus Seni Indonesia Yogyakarta.
Sumber Gambar:
Antara. (2014, 10 April). Pemkab Mentawai Alokasikan Rp522 Juta Lebih Gelar FLS2N. Antara Sumbar. Diambil dari https://sumbar.antaranews.com/berita/92973/pemkab-mentawai-alokasikan-rp522-juta-lebih-gelar-fls2n
Antara. (2013, 20 Oktober). Pakaian Mentawai. Antara Sumbar. Diambil dari https://sumbar.antaranews.com/ foto/12102/pakaian-mentawai.html
Fitra, Iggoy & Oktavianus, Fanny. (2017, 4 Oktober). Tari Uliat Bilou. Antara Foto. Diambil dari https://antarafoto. com/bisnis/v1507123508/tari-uliat-bilou.
Hazmi, Adli. (2016, 28 Desember). Tradisi Unik dan Menyakitkan dari Suku Mentawai. Good News from Indonesia. Diambil dari https://goodnewsfrom indonesia.id/2016/12/28/tradisi-unik-dan-menyakitkan-suku-mentawai
Info Budaya. (2017, 13 September). Sikerei, Tradisi Unik Suku Mentawai. Diambil dari http://www.infobudaya.net/ 2017/09/sikerei-tradisi-unik-suku-mentawai/
Padangtime.com. (2013). Masyarakat Mentawai Gunakan Ritual Tarian Sikerei untuk Sembuhkan Penyakit. Diambil dari http://padangtime.com /read-6081-masyarakat--Mentawai-gunakan-ritual-tarian-sikerei-Mentawai-sembuhkan--penyakit-.html
Vinolia. (2016, 5 Desember). Nasib Siberut Utara Kala Hutan di Hulu Terus Tergerus. Mongabay. Diambil dari http://www.mongabay.co.id/2016/12/05/nasib-siberut-utara-kala-hutan-di-hulu-terus-tergerus/
Wahyu, Danan Sumirat. (2013, 21 Oktober). Mentawai Cultural Trip #7: Turuk Laggai, Gerak Tari Alam. Dananwahyu.com. Diambil dari https://dananwahyu.com/2013/10/21/mentawai-cultural-trip-7-turak-lagai-gerak-tari-alam/
Yuliyati. (2016). Kajian Visual Warna Melalui Kesenian Muturuk Mentawai. Laporan Riset Desain. Jakarta: Universitas Mercu Buana.
Yayasan Pendidikan Suku Mentawai. (2011, 23 Desember). Mentawai Ceremony. Suku Mentawai Education Foundation. Diambil dari http://www.suku mentawai..org/en/2011/12/mentawai-ceremony/
Zulfikar, dkk. (2017, 11 Oktober). Sikerei Masih Jadi Andalan Pengobatan di Mentawai. Mentawai Kita. Diambil dari http://www.mentawaikita.com/berita/1073/sikerei-masih-jadi-andalan-pengobatan-di-mentawai.html
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
A writer who will publish their article in the NARADA Journal of Design and Art agrees to the following conditions:
- The author owns the copyright and grants the rights to NARADA Journal of Design and Art as the party entrusted with publishing the article for the first time simultaneously licensed under the "Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0" License. This makes it possible for other people to share the work with a form of acknowledgment of authorship of the work and initial publication in this journal according to the authorship of the article provided.
- Authors may enter into separate additional contractual agreements for non-exclusive distribution of the published journal version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book) with acknowledgment of initial publication in the NARADA Journal of Design and Art.
- Authors are permitted and asked to post their work online (for example, institutional repositories or on personal websites) after the article publication process. This avoids double publication or multiple submissions which will affect the similarity of writing of the published work.
- In order to maintain the value of originality and similarity of articles sent or submitted. Authors are asked to temporarily remove or hide the original article from other online systems until they receive the results and decisions from the NARADA Journal of Design and Art regarding the decision to publish the article.
- The author, in this case the contributing author (Contributor Author), will be sent a form or letter stating the validity of the scientific work, signed on an IDR 10,000 stamp. Then the author will be asked to send the email to [email protected].
Pemberitahuan Hak Cipta
Seorang penulis yang akan menerbitkan artikelnya dalam NARADA Jurnal Desain dan Seni setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak kepada pihak NARADA Jurnal Desain dan Seni sebagai pihak yang diberikan kepercayaan untuk mempublikasi artikelnya pertama kali secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi "Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0". Hal ini memungkinkan kepada orang lain untuk membagi karya dengan bentuk pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini sesuai dengan penulisan artikel yang diberikan.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan publikasi awal dalam NARADA Jurnal Desain dan Seni.
- Penulis diizinkan dan diminta untuk mempostingkan karyanya secara online (semisal, repositori institusional atau di situs web pribadi) setelah proses penerbitan artikel, Hal ini menghindari adanya double publikasi atau pengajuan jamak yang akan berpengaruh kepada adanya kesamaan penulisan dari karya yang diterbitkan.
- Demi menjaga nilai orisinalitas dan nilai kesamaan dari artikel yang dikirim atau diajukan. Penulis diminta untuk menghilangkan atau menyembunyikan secara sementara artikel orisinil dari sistem online lain yang sampai mendapatkan hasil nilai dan ketetapan dari pihak NARADA Jurnal Desain dan Seni mengenai keputusan publikasi dari artikel.
- Penulis dalam hal ini penulis kontributor (Contributor Author) akan dikirimkan form atau surat pernyataan keabsahan karya ilmiah, yang ditanda tangani di atas materai 10000. Dan selanjutnya penulis diminta untuk mengirimkan ke email [email protected].









