EVALUASI PENATAAN LANSKAP RUANG PUBLIK ALUN-ALUN KOTA KARAWANG BERDASARKAN PRINSIP DAN STANDAR PENATAAN LANSKAP

Authors

  • Reza Fauzi Program Studi Arsitektur Lanskap, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti
  • Nur Intan Mangunsong Program Studi Arsitektur Lanskap, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti
  • Rini Fitri Program Studi Arsitektur Lanskap, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti
  • Dibyanti Danniswari Program Studi Arsitektur Lanskap, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti
  • Samuel Febrian Hamonangan Lumbantoruan Program Studi Arsitektur Lanskap, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

DOI:

https://doi.org/10.22441/vitruvian.2025.v15i3.002

Keywords:

alun-alun, lanskap, ruang terbuka

Abstract

Kawasan perkotaan saat ini sangat memerlukan ruang terbuka publik yang nyaman dan indah untuk digunakan oleh masyarakatnya, selain berfungsi sebagai sarana atau fasilitas berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakatnya, ruang terbuka publik juga dapat meningkatkan nilai keindahan bagi suatu kawasan perkotaan. Seiring dengan meningkatnya jumlah Masyarakat juga dengan semakin berkembanganya Pembangunan, kebutuhan akan suatu ruang terbuka publik yang aman nyaman dan memiliki fungsi yang baik menjadi penting bagi memenuhi kebutuhan Masyarakat untuk berinteraksi dan berkumpul di ruang terbuka. Alun-alun kota Karawang sudah seharusnya dapat mengakomodir berbagai kegiatan Masyarakat di sekitarnya seperti rekreasi, olahraga hingga kegiatan kebudayaan lokal yang mungkin saja dilakukan di area alun-alun. Penataan lanskap yang ada saat ini di alun-alun Karawang belum optimal kurangnya area hijau membuat alun-alun Karawang tidak dapat digunakan sepanjang hari, dengan cuaca atau iklim yang panas melakukan kegiatan pada siang hari di alun-alun Karawang menjadi tidak nyaman. Kurang tepatnya pemilihan jenis perkerasan juga menjadi salah satu faktor penyebab lebih panasnya suasana di alun-alun kota Karawang, penggunaan material seperti keramik yang justru membuat area lebih panas adalah salah satu permasalahan penataan ruang luar yang diterapkan di alun-alun kota Karawang. Metode yang digunakan meliputi tahapan observasi lapangan, analisis kondisi eksisting, serjta kajian literatur terkait prinsip desain lanskap. Data hasil identifikasi akan dianalisis secara fungsi dan ruang untuk mendapatkan permasalahan serta potensi pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi dan fasilitas eksisting yang ada untuk dilakukan analisis dan mendapatkan gagasan penataan ruang luar yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi iklimnya. Hasil dari penelitian ini akan menciptakan konsep atau gagasan penataan lanskap alun-alun kota Karawang yang lebih sesuai dengan kebutuhan, kegiatan dan lingkungan kota Karawang, sehingga fungsi alun-alun dapat lebih optimal baik dari segi ekologis maupun segi estetika.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chrisna, P., Putra, Y., & Ola, F. B. (2025). Meningkatkan Kenyamanan Termal Luar Ruangan melalui Strategi Lanskap Pohon Tabebuia: Evaluasi Model Iklim Mikro Envi-met. 3(1),61–70. https://doi.org/10.59810/archimane/v3i1.116

Dwiyani, R. (2013). Mengenal tanaman pelindung di sekitar kita. Udayana University Press. Denpasar.

Kristina, N. L. P. W. L., & Satiawan, P. R. (2021). Kajian Konsep Alun-Alun Surabaya Berdasarkan Persepsi Stakeholder. JURNAL TEKNIK ITS , Vol. 10, No. 2, 89–95. https://doi.org/10.12962/j23373539.v10i2.65265

Gao, Y. (n.d.). Landscape Design of Urban Parks from a Children Friendly Perspective. https://doi.org/10.25236/icfmhss.2023.032

Kustianingrum, D; Angga Kusumah Sukarya; Rifan Athariq Nugraha; Franderdi Rachadi Tyagarga. 2013. Fungsi dan aktifitas Taman Ganesha sebagai ruang publik di Kota Bandung. Jurnal Reka Karsa, Vol. 1. No. 2. Institut Teknologi Nasional.

Lynch Kevin : “Image at the City”. MIT Press. Cambridge : 1969

Meyer, M., & Palmer, J. F. (2024). Visual Impact Assessment Methodology and Guidelines. https://www.researchgate.net/publication/380743157

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. 2008. Undang-Undang No. 05 Tahun 2008 Yang Membahas Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan ruang terbuka hijau Di Kawasan Perkotaan. Direktorar Jendral penataan ruang departemen pekerjaan umum Tahun 2008, Jakarta.

Pramono, Setyo. Y. (2010). Konsep Penataan Lansekap Pada Alun-Alun Dan Taman-Taman Kota Bondowoso. Spectra, VIII,23–38. http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/3216

Sunaryo, D. K. (2013). Mengetahui Produksi dan Kebutuhan Oksigen Perkotaan Dengan Analisis Lahan Hijau dan Jumlah Penduduk Dengan Memanfaatkan SIG. Jurnal Industri Inovatif, 3(2), 28–31.

Wong, N. H. & Yu, C. 2005. Study of green areas and urban heat island in a tropical city. Habitat International 29: 547–558.

Zhang Y. ANALYSIS OF SPACE ART DESIGN IN LANDSCAPE GARDEN[J]. Industrial Design, 2022, 53(19):41-72.

Additional Files

Published

2025-11-29

How to Cite

1.
Fauzi R, Mangunsong NI, Fitri R, Danniswari D, Hamonangan Lumbantoruan SF. EVALUASI PENATAAN LANSKAP RUANG PUBLIK ALUN-ALUN KOTA KARAWANG BERDASARKAN PRINSIP DAN STANDAR PENATAAN LANSKAP. Vitruvian [Internet]. 2025 Nov. 29 [cited 2026 May 28];15(3):245-56. Available from: https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/36566

Issue

Section

Articles

Similar Articles

> >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.