ELEMEN-ELEMEN RUANG PUBLIK DAN KONEKTIVITAS ANTARA RUANG TERBUKA DAN TERTUTUP, KASUS LAPANGAN KAREBOSI

Authors

DOI:

https://doi.org/10.22441/vitruvian.2026.v16i1.004

Keywords:

ruang publik, konektivitas ruang, pusat kota, perencanaan kota, lapangan Karebosi

Abstract

Ruang publik memiliki peran strategis dalam struktur kawasan pusat kota karena berfungsi sebagai wadah interaksi sosial, aktivitas ekonomi, serta pergerakan masyarakat perkotaan. Dalam perkembangan kota kontemporer, ruang publik tidak lagi dipahami secara terpisah antara ruang terbuka dan ruang tertutup, melainkan sebagai satu sistem ruang yang saling terhubung. Konektivitas antar ruang menjadi aspek penting dalam membentuk keterpaduan spasial, fungsional, dan visual yang memengaruhi kualitas kawasan pusat kota.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konektivitas ruang publik dalam sistem kawasan pusat Kota Makassar dengan studi kasus Lapangan Karebosi sebagai ruang terbuka publik utama berskala kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, pemetaan elemen ruang, serta kajian literatur perencanaan wilayah dan kota. Analisis difokuskan pada struktur ruang publik, jaringan sirkulasi pejalan kaki, zona transisi, orientasi fungsi bangunan, serta hubungan antara ruang terbuka dan ruang publik tertutup di sekitarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konektivitas kawasan Karebosi terbentuk melalui kesinambungan jalur pejalan kaki, keterbukaan visual menuju ruang terbuka utama, orientasi aktivitas yang mengarah ke lapangan kota, serta keberadaan ruang antara sebagai penghubung aktivitas. Integrasi elemen-elemen tersebut membentuk sistem ruang publik terpadu yang meningkatkan aksesibilitas, keterbacaan ruang, dan vitalitas kawasan pusat kota. Namun demikian, masih terdapat potensi penguatan konektivitas, terutama pada aspek kenyamanan sirkulasi, kejelasan orientasi, dan kualitas ruang transisi.

Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan perencanaan ruang publik berbasis sistem kawasan, di mana ruang terbuka dan ruang publik tertutup dipahami sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi referensi konseptual bagi perencanaan dan pengembangan kawasan pusat kota yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Carmona, M. (2010). Public Places, Urban Spaces: The Dimensions of Urban Design. Oxford: Architectural Press.

Carmona, M., Heath, T., Oc, T., & Tiesdell, S. (2003). Public Places–Urban Spaces: The Dimensions of Urban Design. Oxford: Elsevier.

Gehl, J. (2011). Life Between Buildings: Using Public Space. Washington DC: Island Press.

Hakim, R., & Utomo, H. (2019). Ruang publik sebagai pembentuk kualitas lingkungan perkotaan. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 11(2), 87–98.

Jacobs, J. (1961). The Death and Life of Great American Cities. New York: Random House.

Kementerian PUPR. (2020). Pedoman Perencanaan Ruang Terbuka Publik Perkotaan. Jakarta.

Lynch, K. (1960). The Image of the City. Cambridge: MIT Press.

Nasution, A. D., & Zahrah, W. (2014). Community perception on public open space and quality of life in Medan. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 153, 585–594.

Putra, R., & Setiawan, B. (2018). Konektivitas ruang publik dalam struktur kota. Jurnal Arsitektur NALARs, 17(1), 45–56.

Trancik, R. (1986). Finding Lost Space: Theories of Urban Design. New York: Van Nostrand Reinhold.

Whyte, W. H. (1980). The Social Life of Small Urban Spaces. New York: Project for Public Spaces.

Rahayu, S., & Pandelaki, E. E. (2020). Integrasi Spasial Ruang Terbuka Publik dan Ruang Publik Tertutup dalam Menciptakan Vitalitas Kawasan Pusat Kota.

Setiawan, B., & Suryani, A. (2021). Peran Ruang Transisi dalam Membangun Konektivitas Fisik dan Visual Antara Bangunan Komersial dan Ruang Terbuka Publik.

Published

2026-03-25

How to Cite

1.
Edwin M, Purwaningsih LH. ELEMEN-ELEMEN RUANG PUBLIK DAN KONEKTIVITAS ANTARA RUANG TERBUKA DAN TERTUTUP, KASUS LAPANGAN KAREBOSI. Vitruvian [Internet]. 2026 Mar. 25 [cited 2026 May 29];16(1):37-44. Available from: https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/36903

Issue

Section

Articles

Similar Articles

> >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.