Pemanfaatan Sumber Air Baku Pegunungan Menjadi Air Minum Dengan Metode Filterisasi dan Sterilisasi di Dusun Cisoka

Penulis

  • Djati Poetryono Dharmosmoedero Fakultas Teknik Universitas Sahid Jakarta
  • Soecahyadi Soecahyadi Fakultas Teknik Universitas Sahid Jakarta
  • Kohar Sulistyadi akultas Teknik Universitas Sahid Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.22441/jam.2022.v7.i2.001

Kata Kunci:

Cisoka, Air dan DAM

Abstrak

Perekonomian warga Dusun Cisoka sebagai pemetik daun teh. Permasalahan yang dialami warga Dusun adalah, panen kebun teh hanya dapat dilaksanakan selama 3 bulan sekali. Dari hasil panen itupun warga masyarakat Dusun, belum dapat memenuhi kebutuhan hidup selama menunggu panen selanjutnya. Disamping itu juga, masyarakat tidak memiliki penghasilan maupun kegiatan lain yang dijalankan karena hingga saat ini, warga Dusun belum mendapatkan pasokan listrik dari negara.

Namun ditengah keterbatasan, Dusun Cisoka memiliki potensi sumber mata air yang berasal dari perbukitan dan kualitasnya baik.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim PKM Usahid, menghasilkan : 1) Sebuah instalasi Pengolahan air baku menjadi air minum isi ulang yang siap dikonsumsi yang berupa Depot Air Minum (DAM); 2) Peningkatan pemahaman masyarakat Dusun mengenai pemanfaatan mata air pengunungan yang dimiliki untuk diproduksi menjadi air isi ulang ke masyarakat luas; 3) Pendapatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan DAM; 4) Peningkatan kemampuan manajerial dalam mengelola usaha DAM.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Djati Poetryono Dharmosmoedero, Fakultas Teknik Universitas Sahid Jakarta

Program Studi Teknik Industri

Soecahyadi Soecahyadi, Fakultas Teknik Universitas Sahid Jakarta

Program Studi Teknik Industri

Kohar Sulistyadi, akultas Teknik Universitas Sahid Jakarta

Program Studi Teknik Industri

Referensi

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang (2020). Kecamatan Sumedang Selatan Dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik, Kecamatan Sumedang Selatan. Sumedang : Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang,. p. 105.

Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Republik Indonesia (2019). Pedoman Prototipe Pengelolaan Air Bersih di Puskesmas, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Kusnaedi (2010). Mengolah Air Kotor untuk Air Minum. Penebar Swadaya. Jakarta.

Menteri Kesehatan RI (2017). Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Hygiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32/Menkes/Per/IX/2017.

Menteri Kesehatan RI (2014). Hygiene Sanitasi Depot Air Minum. Permenkes RI No 43 Tahun 2014

Rahmawati (2009). Efisiensi Filter Pasir-Zeolit dan Filter PasirArang Tempurung Kelapa dalam Rangkaian Unit Pengolahan Air untuk Mengurangi Kandungan Mangan dari Dalam Air. Seminar Internasional Hasil Penelitian Eksakta 3. Surakarta

Said (2007). Pengolahan Air Minum Dengan Karbon Aktif Bubuk. BPPT. Jurnal Air Indonesia, Vol, 3 Nomor. 2. Jakarta.

TribunJabar (2018). Mengintip Dusun Cisoka, Kampung Terpencil di Tengah Kebun Teh Sumedang, Listrik PLN Belum Masuk. Diakses pada 25 Januari 2020, dari https://jabar.tribunnews.com/2018/11/04/mengintip-dusun-cisoka-kampung-terpencil-di-tengah-kebun-teh-sumedang-listrik-pln-belum-masuk

https://viscochemical.com/ultraviolet-sterilisasi-air/. Ultra Violet. Diakses pada 25 Januari 2020

Diterbitkan

2022-03-28

Cara Mengutip

Dharmosmoedero, D. P., Soecahyadi, S., & Sulistyadi, K. (2022). Pemanfaatan Sumber Air Baku Pegunungan Menjadi Air Minum Dengan Metode Filterisasi dan Sterilisasi di Dusun Cisoka. Jurnal Abdi Masyarakat (JAM), 7(2), 102–114. https://doi.org/10.22441/jam.2022.v7.i2.001

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.