PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA UNTUK MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN DENGAN MEMBUAT PENGANAN PEMPEK MEMAKAI IKAN PATIN DI PERUMAHAN BARATA RT.003/RW 007 KARANG TENGAH CILEDUG

Authors

  • Elok Kurniawati
  • Garin Pratiwi Solihati

DOI:

https://doi.org/10.22441/jam.2017.v2.i2.003

Keywords:

Menambah penghasilan, rumah tangga, dengan usaha, pempek ikan patin.

Abstract

Pempek adalah makanan khas palembang yang terbuat dari ikan yang dihaluskan dengan sagu, serta beberapa  komposisi lain seperti telur, bawang putih halus, penyedap rasa dan garam. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Karena dalam satu liter larutan kuah pempek biasanya terdapat 9-13 ppm fluor. satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar dan mie kuning. Adapaun Metode kegiatan yang akan digunakan adalah sebagai:1) Metode Demonstrasi; mencontohkan membuat pempek berbahan dasar ikan patin 2) Metode Tanya jawab; digunakan untuk memberikan kesempatan bagi peserta yang belum jelas dalam proses pembuatan pempek di Barata Tama II No.156 RT.003 RW 007 Karang Tengah Ciledug

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2019-07-16

How to Cite

Kurniawati, E., & Solihati, G. P. (2019). PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA UNTUK MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN DENGAN MEMBUAT PENGANAN PEMPEK MEMAKAI IKAN PATIN DI PERUMAHAN BARATA RT.003/RW 007 KARANG TENGAH CILEDUG. Jurnal Abdi Masyarakat (JAM), 2(2), 15–17. https://doi.org/10.22441/jam.2017.v2.i2.003

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.