MERANCANG APPOINTMENT SCHEDULING DENGAN KLASIFIKASI WAKTU PELAYANAN, WALKS-IN, NO-SHOWS, DAN UNPUNCTUALITY PASIEN

Penulis

  • Mega Purnamasari Universitas Mercu Buana
  • Nyimas Desy Rizkiyah Universitas Mercubuana

DOI:

https://doi.org/10.22441/pasti.2021.v15i2.005

Kata Kunci:

appointment scheduling, waktu pelayanan, no-shows, walks-in, unpunctuality

Abstrak

Dalam kondisi nyata terkadang ada pasien yang tidak datang setelah membuat janji, ada pasien yang memilih langsung datang tanpa membuat janji, setiap pasien yang memerlukan waktu pelayanan yang berbeda, serta waktu kedatangan pasien yang tidak pasti. Harapannya, penelitian ini dapat membantu pihak Rumah Sakit dalam menyediakan acuan metode perancangan appointment scheduling di masing-masing Rumah Sakit mereka. Parameter yang digunakan adalah rata-rata jumlah pasien terlayani, rata-rata waktu pelayanan pasien lama(baru), standar deviasi waktu pelayanan pasien lama (baru) dan keterlambatan kedatangan pasien lama(baru). dalam mencari target jumlah pasien dengan mempertimbangkan probabilitas walks-in dan no-shows menggunakan metode universal dome rules sedangkan untuk menentukan jadwal appointment menggunakan metode heuristic. Dengan menerapkan jadwal appointment per 20 menit, rata-rata waktu tunggu pasien turun sebesar 23.6 menit dan jumlah pasien yang dapat terlayani lebih banyak 1 orang dibandingkan dengan sebelumnya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anderson, K., Zheng, B., Yoon, S. W., & Khasawneh, M. T. (2015). An analysis of overlapping appointment scheduling model in an outpatient clinic. Operations Research for Health Care, 4, 5–14.

Bienstock, C. C., Mentzer, J. T., & Bird, M. M. (1997). Measuring physical distribution service quality. Journal of the Academy of Marketing Science, 25(31).

Castaing, J. Cohn, A., Denton, B. T., & Weizer, A. (2016). A stochastic programming approach to reduce patient wait times and overtime in an outpatient infusion center. Health Care Operation Management, 6(3).

Cayirli, T., & Veral, E. (2003). Outpatient scheduling in health care: a review of literature. Production and Operations Management, 12(4), 519.

Cayirli, T., Yang, K. K., & Quek, S. A. (2012). A universal appointment rule in the presence of no-shows and walk-ins. Production Operation Management, 21(4), 682–697.

Cayirli, T., & Yang, K. K. (2014). A universal appointment rule with patient classification for service times, no-shows, and walk-ins. Service Science, 6(4), 274–295.

Gupta, D., & Denton, B. (2008). Appointment scheduling in health care: challenges and apportunities. IIE Transaction, 40(9), 800-819.

Hillier, F. S., & Lieberman, G. J. (2008). Introduction to Operation Research Eight Edition. Yogyakarta: Andi.

Kazemian, P., Sir, M. T., Oyen, M. P. V., Lovely, J. K., Larson, D. W., & Pasupathy, K. S. (2016). Journal of Biomediacal Informatics, 66, 105-115.

Klassen, Kenneth, J., & Yoogalingam, R. (2014). Strategies for appointment policy design with patient unpunctuality. Decision Sciences, 45 (5), 881–911.

Kortbeek, N., Zonderland, M. E., Braaksmaa, A., Vliegen, I. M. H., Boucherie, R. J., Litvak, N., & Hans, E. W. (2014). Designing cyclic appointment schedules for outpatient clinics with scheduled and unscheduled patient arrivals. Performance Evaluation, 80, 5–26.

Liu, N. (2016). Optimal choice for appointment scheduling window under patient no-show behavior. Production and Operations Management, 25(1), 128–142.

Marynissen, J., & Demeulemeester, E. (2018). Literature review on multi-appointment scheduling problems in hospitals. European Journal of Operational Research, 272(2), 407-419

Otten, M., Braaksma, A., & Boucherie, R. J. (2019). Minimizing Earliness/Tardiness costs on multiple machines with an application to surgery scheduling. Operation Research for Healthcare, 22.

Purnamasari, M., Masruroh, A. (2011). Appointment scheduling unit Poli Penyakit Dalam (studi kasus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta). Seminar on Application and Research in Industrial Technology (SMART) 2011. Seminar Teknik Industri, Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.

Riff, M. C., Cares, J. P., & Neveu, B. (2016). RASON: A new approach to the scheduling radiotherapy problem that considers the current waiting times. Expert System with Application, 64, 287-295.

Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2008). Standar pelayanan minimal rumah sakit menteri kesehatan republik Indonesia (129/Menkes/SK/II/2008).

World Health Organization. (1957). Role of hospital in programmes of community health protection. World Health Organization Technical Report Series, 122.

Zhu, H., Chen, Y., Leung, E., & Xing, L. (2018). Outpatient appointment scheduling with unpunctual patients. International Journal of Production Research, 56(5), 1982–2002.

¬Zonderland, M. E. (2014). Appointment Planning in Outpatient Clinics and Diagnostic Facilities. New York: Springer.

Diterbitkan

2021-08-30

Cara Mengutip

1.
Purnamasari M, Rizkiyah ND. MERANCANG APPOINTMENT SCHEDULING DENGAN KLASIFIKASI WAKTU PELAYANAN, WALKS-IN, NO-SHOWS, DAN UNPUNCTUALITY PASIEN. Pasti [Internet]. 30 Agustus 2021 [dikutip 29 Mei 2026];15(2):161-72. Tersedia pada: https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/9655

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.