PENENTUAN KAIDAH PERANCANGAN MOTIF BATIK BETAWI SETU BABAKAN DENGAN METODE TRANSFORMASI BENTUK

Authors

  • Nina Maftukha Universitas Mercu Buana

DOI:

https://doi.org/10.22441/narada.2019.v6.i1.005

Keywords:

kaidah, transformasi, bentuk, makanan tradisional, motif, batik, Betawi

Abstract

Batik merupakan salah satu produk budaya yang sedang berkembang dalam industri kreatif saat ini. Kekhasan motif biasanya terinspirasi dari kegiatan sehari-hari, stilasi flora, fauna, benda, dan figure yang prosesnya amat variatif sesuai dengan pengalaman artistik masing-masing pembatik dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Namun belum terdapat kaidah perancangan yang jelas dalam membuat motif batik sehingga ciri khas motifnya . Penelitian ini bertujuan menentukan kaidah perancangan motif batik Betawi Setu Babakan dengan menggunakan metode transformasi bentuk. Dari survey lapangan diharapkan dapat diketahui permasalahan yang terjadi menyangkut penciptaan motif yang orisinil, serta diharapkan dapat ditemukan solusi pemecahannya dengan menggunakan kaidah motif batik. Kemudian dapat dirumuskan hasil akhir dan penelitian ini dapat dikembangkan secara lebih luas lagi agar dapat menjadi acuan pada penelitian yang linier lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Nina Maftukha, Universitas Mercu Buana

Lecturer of Product Design Faculty of Design and Creatif Art

References

Adnan, Ita. (2012). Mengenal Batik Betawi. Tabloid Nova. Juni 2012. Diambil dari http://tabloidnova.com/Mode-Dan-Kecantikan/Mode/Mengenal-Batik-Betawi.

Casande, Suwito. (2010). Kajian Ikonografi Parang Gerigi pada Batik Betawi. Jurnal Deiksis. Vol. 2 (02).

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan Pemerintah Provinsi DKI. Suku Betawi. (1995). Ensiklopedi Jakarta: Budaya dan Warisan Sejarah. Diambil dari http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia.

Djoemena, Nian S. (1986). Ungkapan dalam Sehelai Batik. Yogyakarta: Djambatan.

Groeneveldt, W.P. (2009). Nusantara dalam Catatan Tionghoa. Jakarta: Komunitas Bambu.

Hamzuri. 1981. Batik Klasik. Yogyakarta: Djambatan.

Hasanudin.2001. Batik Pesisiran: Melacak Pengaruh Etos Dagang Santri pada Ragam Hias Batik. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.

Hitchcock, Michael. 1991. Indonesian Textiles. Singapore: Periplus Edition, Ltd.

Kampoeng Batik Palbatu. (2012). Batik Betawi Kampoeng Batik Palbatu. Diambil dari http://www.kampoengbatikpalbatu.com/tag/batik-betawi/

Khatchadourian, Haig. (1965). The Expression Theory of Art: A Critical Evaluation. The Journal of Aesthetics and Art Criticism. Vol. 23 (3), pp.335-352.

Maftukha, N. (2018). Psikoanalisis Pada Visualisasi Karya Penderita Gangguan Kejiwaan Di Unit Informasi Layanan Sosial Meruya, NARADA: Jurnal Desain Dan Seni. 5(2), 289-309.

Muthi’ah, W. (2018). Kajian Ragam Hias Naga Seba Pada Batik Cirebon. NARADA: Jurnal Desain dan Seni. 5(3). 431-441.

Moersid, Ananda Veria. (2010). Re-Invensi Batik dan Identitas Indonesia dalam Arena Pasar Global. Jurnal Ilmiah Widya. Vol. 1(2), Juli-Agustus 2013.

Risma. (2015). Hari Batik, Pakai Batik Motif Betawi Yuk! Jakarta.kita.com. Diambil dari http://jakartakita.com/2015/10/02/hari-batik-pakai-motif-batik-betawi-yuk/•

Published

2019-04-15

How to Cite

Maftukha, N. (2019). PENENTUAN KAIDAH PERANCANGAN MOTIF BATIK BETAWI SETU BABAKAN DENGAN METODE TRANSFORMASI BENTUK. Narada : Jurnal Desain Dan Seni, 6(1), 75–96. https://doi.org/10.22441/narada.2019.v6.i1.005

Issue

Section

Articles

Similar Articles

> >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.