PENCIPTAAN SENI MOTIF BATIK WAYANG TOPENG JATIDUWUR JOMBANG
Keywords:
Design, Puppet Mask Jatiduwur Jombang, Batik.Abstract
RingkasanWayang topeng Jatiduwur merupakan satu- satunya kesenian pertunjukan wayang topeng yang ada di Kabupaten Jombang. Wayang topeng Jatiduwur merupakan seni pertunjukan tradisional rakyat berbentuk teater total (perpaduan antara unsur tari, drama, sastra, musik, dan rupa) yang telah lama hidup di Desa Jatiduwur.Wayang topeng digunakan masyarakat setempat sebagai upacara ritual, ruwatan, atau ketika seseorang mempunyai nadzar yang harus dipenuhi. Kesenian ini merupakan salah satu dari kekayaan budaya asli yang dimiliki Jombang dengan kondisinya yang saat ini sudah hilang. Akan tetapi, masih meninggalkan artefak. Tujuan penciptaan motif batik ini sebagai bentuk keprihatinan, sekaligus kebanggaan dan kepedulian untuk mengenalkan kembali kesenian daerah wayang topeng Jatiduwur yang telah hilang pada media kesenian yang lain.
Penciptaan seni motif batik ini menampilkan motif baru dengan prose stilasi visual wayang topeng Jatiduwur Jombang.Teknik pembuatan yang dipakai adalah batik cap dengan pewarnaan naphtol. Teori pendekatan penciptaan motif batik ini menggunakan teori penciptaan kriya dan estetika. Metode penggalian data yang dipakai adalah wawancara tidak terstruktur.
Seni motif batik ini diharapkan dapat mengenalkan kembali kesenian wayang topeng Jatiduwur sekaligus memberikan pandangan positif tentang sejarah kesenian wayang topeng Jatiduwur pada masyarakat Jombang.
Kata Kunci: Perancangan, Wayang Topeng Jatiduwur Jombang,Motif Batik
Abstract
The Puppet Mask Jatiduwur is the only wayang mask performance in Jombang. Puppet Mask Jatiduwur is a traditional folk performance art in the form of a total theater (a combination of elements of dance, drama, literature, music, and appearance) that have long lived in Jatiduwur Village. Puppet masks are used by the local community as a ritual ceremony, ruwatan, or when someone has nadzar which must be fulfilled. This art is one of the original cultural treasures that Jombang has with its current condition. However, still leaving artifacts. The purpose of creating this batik motif as a form of concern, as well as pride and concern to reintroduce the art of wayang topeng Jatiduwur area which has been lost in other art media.
The creation of this batik motif displays a new motif with the visual stylization process of the puppet mask of Jatiduwur Jombang. The manufacturing technique used is stamped batik with naphtol staining. The approach to creating batik motifs uses craft and aesthetic creation theory. The method of extracting data used is unstructured interviews.
This batik motif art is expected to be able to reintroduce Puppet Mask Jatiduwur art while at the same time giving a positive view of the history of the Puppet Mask Jatiduwur art in the Jombang community.
Keywords: Design, Puppet Mask Jatiduwur Jombang, Batik.
Downloads
References
Gratha, Benny, 2012, Belajar Membatik,
Jakarta Selatan: PT. Agro Media
Pustaka
Hariyati, 1993, Kesenian Wayang Topeng
Jatiduwur Kecamatan Kesamben Kabupaten
Jombang (Bentuk Penyajian dan Gaya).
Skripsi S1 Pendidikan Seni Tari FPBS
IKIP Surabaya
Kartika, Sony,Darsono. 2004. Pengantar
Estetika, Rekayasa Sains: Bandung
Kusrianto, Adi, 2013, Batik Filosofi, Makna,
Motif dan Kegunaan, Yogyakarta: CV
Andi
Offset.Moeleong, Lexy J, Prof, DR, 1988,
Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Musman, Asti, 2011, Batik: Warisan
Adiluhung Nusantara, Yogyakarta:
Penerbit Andi.
PME, Nanang: Yanuartuty, Setyo: Ilahi,
Nasrul, 2012, Sejarah dan Budaya
Jombang, Jombang: Dinas Pendidikan
Kabupaten Jombang.
Presti, Ezzil, Agustin, 2014, Analisis Lakon
Wiruncana Murca Dalam Pertunjukan
Wayang Topeng Jatiduwur Di Desa
Jatiduwur Kecamatan Kesamben Kabupaten
Jombang. Skripsi S1 Pendidikan Seni
Tari FPBS Universitas Negeri
Surabaya
SP. Gustami, 2004, Proses Peciptaan Seni
Kriya”Untaian Metodologis”, Yogyakarta:
Program Penciptaan Seni Pascasarjana
ISI Yogyakarta.
Sukarno, Dian, 2011, Legenda Jombang,
Jombang: Alif Ofset
Sumardjo, Jakob, 2000, Filsafat Seni,
Bandung: Penerbit ITB
Webtogarafi:
Kompasiana, 21 September 2013, diunduh
pada 3 Februari 2015
SOSBUD Kompasiana 21 September 2013,
diunduh pada 20 Maret 2015 www.
Antarafoto.com tanggal 5 Desember
diunduh pada 20 Maret 2015
Beritajombang.net tanggal 8 November
diunduh pada 20 Maret 2015
Informan:
Dian Soekarno, mantan jurnalis, budayawan
Jombang, seniman pertunjukan dan
pengusaha seni., wawancara Desember
di rumah beliau di Desa Sumber
Mulyo, Kabupaten Jombang.
Supriyo, pelestari dan penggiat kembali
kesenian Wayang Topeng Jatiduwur,
wawancara dilakukan pada 25 Januari
, Desa Jatiduwur, Kanupaten
Jombang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
A writer who will publish their article in the NARADA Journal of Design and Art agrees to the following conditions:
- The author owns the copyright and grants the rights to NARADA Journal of Design and Art as the party entrusted with publishing the article for the first time simultaneously licensed under the "Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0" License. This makes it possible for other people to share the work with a form of acknowledgment of authorship of the work and initial publication in this journal according to the authorship of the article provided.
- Authors may enter into separate additional contractual agreements for non-exclusive distribution of the published journal version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book) with acknowledgment of initial publication in the NARADA Journal of Design and Art.
- Authors are permitted and asked to post their work online (for example, institutional repositories or on personal websites) after the article publication process. This avoids double publication or multiple submissions which will affect the similarity of writing of the published work.
- In order to maintain the value of originality and similarity of articles sent or submitted. Authors are asked to temporarily remove or hide the original article from other online systems until they receive the results and decisions from the NARADA Journal of Design and Art regarding the decision to publish the article.
- The author, in this case the contributing author (Contributor Author), will be sent a form or letter stating the validity of the scientific work, signed on an IDR 10,000 stamp. Then the author will be asked to send the email to [email protected].
Pemberitahuan Hak Cipta
Seorang penulis yang akan menerbitkan artikelnya dalam NARADA Jurnal Desain dan Seni setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak kepada pihak NARADA Jurnal Desain dan Seni sebagai pihak yang diberikan kepercayaan untuk mempublikasi artikelnya pertama kali secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi "Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0". Hal ini memungkinkan kepada orang lain untuk membagi karya dengan bentuk pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini sesuai dengan penulisan artikel yang diberikan.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan publikasi awal dalam NARADA Jurnal Desain dan Seni.
- Penulis diizinkan dan diminta untuk mempostingkan karyanya secara online (semisal, repositori institusional atau di situs web pribadi) setelah proses penerbitan artikel, Hal ini menghindari adanya double publikasi atau pengajuan jamak yang akan berpengaruh kepada adanya kesamaan penulisan dari karya yang diterbitkan.
- Demi menjaga nilai orisinalitas dan nilai kesamaan dari artikel yang dikirim atau diajukan. Penulis diminta untuk menghilangkan atau menyembunyikan secara sementara artikel orisinil dari sistem online lain yang sampai mendapatkan hasil nilai dan ketetapan dari pihak NARADA Jurnal Desain dan Seni mengenai keputusan publikasi dari artikel.
- Penulis dalam hal ini penulis kontributor (Contributor Author) akan dikirimkan form atau surat pernyataan keabsahan karya ilmiah, yang ditanda tangani di atas materai 10000. Dan selanjutnya penulis diminta untuk mengirimkan ke email [email protected].









