MENGOPTIMALKAN RUANG PLAFON DALAM PENGGUNAAN TUBULAR DAYLIGHTING DEVICE UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PENCAHAYAAN DI KORIDOR

Authors

DOI:

https://doi.org/10.22441/vitruvian.2024.v14i3.002

Keywords:

Pencahayaan alami, tubular daylighting device, light duct, dimensi

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu elemen penting dalam perancangan bangunan. Tidak hanya pencahayaan pada ruang berkegiatan saja yang membutuhkan perhatian, namun juga pada ruang sirkulasi atau koridor. Konfigurasi double loaded dalam sebuah bangunan umumnya merupakan upaya desain untuk mencapai efisiensi. Salah satu teknologi yang berkembang adalah penggunaan tubular daylighting device untuk memasukkan cahaya alami ke bagian dalam bangunan. Namun, penggunaan tubular daylighting device tipe duct berpotensi menyita ruang plafon yang cukup signifikan. Penelitian ini dilakukan dengan mensimulasikan peletakan light duct di sisi bangunan yang menghadap Timur-Barat untuk memasukkan cahaya ke dalam koridor. Model bangunan yang digunakan adalah bangunan dengan dimensi 33.6 x 16.8 m dengan ketinggian plafon 3 m dan ketinggian floor to floor 4 m. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan ruang plafon yang diperlukan oleh tubular daylighting device dalam memenuhi kebutuhan pencahayaan di koridor. Dilakukan simulasi dengan software Sketchup dan Velux Daylight Visualizer 3 dengan pendekatan kuantitatif dan pengaturan kondisi langit overcast. Terdapat tiga variabel bebas yang diuji, dimana ketiganya membuahkan hasil yang cukup berbeda. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa light duct dengan material reflektansi 94% dengan dimensi 0.75 x 0.5625 x 8.5 m mampu mencapai standar pencahayaan koridor dengan pencahayaan alami tanpa menyita ruang plafon terlalu banyak, sehingga ruang plafon masih bisa digunakan untuk keperluan mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP) dan struktur. Penggunaan light duct ini juga tetap disesuaikan oleh kebutuhan pencahayaan serta ruang yang tersedia pada plafon.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Binarti, F., & Satwiko, P. (2018). Assessing the energy saving potential of anidolic system in the tropics. Energy Efficiency, 11(4), 955-974.

Daich, S., Saadi, M. Y., Piga, B., & Daiche, A. M. (2021). A combined method for an exhaustive investigation of the anidolic ceiling effect on improving indoor office daylight quality: An approach based on hdr photography and subjective evaluations. Journal of Daylighting, 8(2), 149-164.

Linhart, F., Wittkopf, S. K., & Scartezzini, J. L. (2010). Performance of Anidolic Daylighting Systems in tropical climates–Parametric studies for identification of main influencing factors. Solar Energy, 84(7), 1085-1094.

Pangestu, M. D. (2019). Pencahayaan Alami dalam Bangunan.

Roshan, M., & Barau, A. S. (2016). Assessing Anidolic Daylighting System for efficient daylight in open plan office in the tropics. Journal of Building Engineering, 8, 58-69

Scartezzini, J. L., & Courret, G. (2002). Anidolic daylighting systems. Solar energy, 73(2), 123-135.

SNI-03-2396-2001. (2001). Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami. https://www.scribd.com/doc/57829489/Sni-03-2396-2001-Tata-Cara-Perancangan-Sistem-Pencahayaan-Alami

SNI 6197-2020. (2020). Bsn.go.id. https://akses-sni.bsn.go.id/dokumen/2020/SNI%206197-2020/

Tubular Daylighting Devices — ClimateStudio latest documentation. (n.d.). Climatestudiodocs.com. https://climatestudiodocs.com/docs/TDDs.html

Wittkopf, S. K. (2007). Daylight performance of anidolic ceiling under different sky conditions. Solar Energy, 81(2), 151-161.

Published

2024-11-25

How to Cite

1.
Gumulia KV, Pangestu MD. MENGOPTIMALKAN RUANG PLAFON DALAM PENGGUNAAN TUBULAR DAYLIGHTING DEVICE UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PENCAHAYAAN DI KORIDOR. Vitruvian [Internet]. 2024 Nov. 25 [cited 2026 May 29];14(3):195-202. Available from: https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/28703

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 

You may also start an advanced similarity search for this article.