TRANSIT USAGE ALUN–ALUN KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI FENOMENA PLACEMAKING

Authors

  • Andhika Fakhri Padhlurrohman Universitas Islam Indonesia
  • Hastuti Saptorini Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.22441/vitruvian.2026.v16i1.008

Keywords:

Penataan ruang publik, penggunaan transportasi umum, konektivitas, kemudahan berjalan kaki, keterbacaan.

Abstract

Alun Alun Kota Tasikmalaya merupakan ruang publik di Kota Tasikmalaya yang ramai pengunjung. Paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena placemaking yang terjadi, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada transit usage dalam 4 zona properti yaitu properti rekratif, historis, olahraga dan ekonomis. Temuan menghasilkan 3 faktor utama pemicu fenomena placemaking yang terjadi yaitu faktor connectivity, readability dan walkability pada masing masing zona. Faktor connectivity dipicu oleh keterhubungan alun alun dengan pusat pendidikan juga ekonomi dan jasa. Faktor readability dipicu oleh keberadaan fasilitas berupa taman tugu, ruang terbuka hijau, trek lari dan ruang kuliner dalam 4 zona properti tersebut. Faktor walkability dipicu oleh kemudahan akses alun alun ini dijangkau dengan berjalan kaki dan juga ketersediaan akses bagi semua kalangan (universal use).

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Andhika Fakhri Padhlurrohman, Universitas Islam Indonesia

Mahasiswa, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia.

Hastuti Saptorini, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia.

Dosen, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia.

References

Aumann, P. and Arnold, T. (2021) Guide to road design part 6A: Paths for walking and cycling. Sydney: Austroads.

Beattie, N. (1985). Place and Placemaking. Urban Placemaking’, Place and Placemaking, 93 109.

Endarwati, M. C., Setyawan, A., & Marison, O. (2018). Penilaian Walkability Score Index pada Pusat Pelayanan dalam Menuju Kota Malang Berkelanjutan (Assessment of Walkability Score Index at Services Center Towards Sustainable Malang City). In Seminar Nasional Kota Berkelanjutan (pp. 174-194).

Fraser, M., & Meuleners, L. (2018). Safer road crossings for pedestrians including older pedestrians, and pedestrians with disabilities.

Hafnizar, Y., Izziah, I., & Saleh, S. M. (2017). Pengaruh Kenyamanan terhadap Penerapan Konsep Walkable di Kawasan Pusat Kota Lama. Jurnal Teknik Sipil, 1(1), 271-284.

Ikhsani, M. A., & Sari, S. R. (2023). Kajian Penerapan Prinsip New Urbanism di Jalan Ahmad Yani Kota Tegal terhadap Dimensi Fungsi dan Dimensi Sosial. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 20(1), 39-47.

Jacobs, J. (2016). The death and life of great American cities. Vintage.

Mulyanie, E., & As' ari, R. (2019). Fungsi Edukasi Ruang Terbuka Hijau Taman Kota Tasikmalaya. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS X 2019.

PPS. (2000). How to turn a place around: A handbook for creating successful public spaces.

Project for Public Spaces. PPS. (2003). What makes a successful place?. Project for Public Spaces.

Ridhani, C., & Christanto, J. (2015). Walkability Index of Sidewalk in Poros Medan Merdeka Thamrin-Sudirman Jakarta. Jurnal Bumi Indonesia, 4(3), 222976.

Whyte, W. H. (1980). The social life of small urban spaces.

Wyckoff, M. A. (2014). Definition of placemaking: Four different types. Planning & Zoning News, 32(3), 1.

Published

2026-04-21

How to Cite

1.
Padhlurrohman AF, Saptorini H. TRANSIT USAGE ALUN–ALUN KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI FENOMENA PLACEMAKING. Vitruvian [Internet]. 2026 Apr. 21 [cited 2026 May 28];16(1):85-94. Available from: https://training-ojs3-publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/virtuvian/article/view/34446

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.