PEMETAAN ‘KEBAYA INDONESIA’ BERDASAR RAGAM BUSANA ATASAN PAKAIAN DAERAH DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.22441/narada.2023.v10.i1.003Keywords:
Top dress, Kebaya without legality, ’Indonesian Kebaya’, Kebaya mappingAbstract
Kebaya has been recognized as the Indonesian national costume in Jawa, Bali, Lombok and Riau. Kebaya identified by kutuburu as fleas or bef, it roles as a 'bridge' for the pairs of folding collars, and also the kebaya silhouette itself. Even though it sustains since Colonials era and well known in aboard, unfortunately kebaya was not mentioned either in the Presidential Decree in 1972 and 1990, the Law of the Republic of Indonesia No. 9 of 2010 related to the dress code the State Events till the Presidential Regulation in 2018. All presidential regulations focussed on men when they will attend state events. Because it is not specifically stated, the position of the kebaya is interpreted as the equivalent of other regional clothing superiors. This is not realized by the community, so it is necessary to unite aspirations in order to be easier to submit to Kebaya Goes to UNESCO as a single nomination. This is a grounded research-based in qualitative research aims to mapping all various regional tops, into one terminology that can represent one meaning as Indonesian Kebaya. The research results in the form of mapping of the ‘Indonesian Kebaya' are expected to obtain a legality as THE KEBAYA INDONESIA, so that it is meaningful to support the Kebaya Indonesia Goes To UNESCO.
Downloads
References
Ardanareswari, I. (2019, Juli 19). Sejarah Kebaya di Masa Kolonial: Busana Perempuan Tiga Etnis. Retrieved from Tirto.id: https://tirto.id/sejarah-kebaya-di-masa-kolonial-busana-perempuan-tiga-etnis-eeuK
Ardhiati, Y. (2005). Bung Kamo Sang Arsitek: Kajian Artistik Karya Arsitektur, Tata Ruang Kota, Interior dan Kria, Simbol, Mode Busana dan Teks Pidato 1926 - 1965. Jakarta: Komunitas Bambu.
Ardhiati, Y. (2017). Grounded Theory Untuk Arsitektur, Seni, Dan Desain. Jakarta: PT Wastu Adicitta.
Ardhiati, Y. (2022, September 16). Narasi Buku Bung Karno-Kebaya Dan Sarinah. Retrieved from Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=gneUbqNTqFU
Ardhiati, Y., & Hasan, A. (2021). Dua Relief di Gedung Sarinah. Jakarta: Kementrian Pendidikan & Kebudayaan.
Bimo , E. S., & Lestari, V. (2022, November 23). Kebaya Dinominasi Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO oleh Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand. Retrieved from KOMPASTV: https://www.kompas.tv/article/351611/kebaya-dinominasi-jadi-warisan-budaya-takbenda-unesco-oleh-singapura-malaysia-brunei-dan-thailand
Condronegoro, M. S. (1995). Busana Adat 1877-1937 Kraton Yogyakarta : Makna Dan Fungsi Dalam Berbagai Upacara. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.
Corbin , J., & Strauss, A. L. (2008). Basics of Qualitative Research (3rd ed.): Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory. United State: SAGE Publications, Inc.
Damais, S. J., Minarti, H., Entus, S. K., & Tandyo, E. (2012). Majapahit Terracotta: The Soedarmadji Jean Henry Damais collection. Jakarta: BAB Publishing Indonesia.
Dananjaya, L. (2020, Februari 20). Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit Tata Busana Kerajaan Majapahit sejak akhir abad ke-7 hingga akhir abad ke-16. Retrieved from Kelana Nusantara: https://kelananusantara.com/mahabhusana-wilwatiktapura-pakaian-kerajaan-majapahit/
Geertz, C., & Supomo , S. (1997). Penjaja dan Raja. Perubahan Sosial dan Modernisasi Ekonomi di Dua Kota Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Gewati, M. (2022, November 17). Sah, DPR Setujui RUU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya Jadi Undang-Undang. Retrieved from KOMPAS.com: https://nasional.kompas.com/read/2022/11/17/17293811/sah-dpr-setujui-ruu-pembentukan-provinsi-papua-barat-daya-jadi-undang-undang
Glaser, B., & Strauss, A. (2017). Discovery of Grounded Theory: Strategies for Qualitative Research. New York: Routledge.
Nordholt, H. S., Aziz, M., & Suffatni, R. (2005). Outward Appearances: Trend, Identitas, Kepentingan. Yogyakarta: LKiS.
Pemerintah Indonesia. (2010). Undang-Undang RI No. 9 Tahun 2010 Tentang Keprotokolan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Phesolo. (2012, Mei 18). Budaya Barat Dan Fashion (Mode): Surakarta Masa Kolonial. Retrieved from phesolo wordpress: https://phesolo.wordpress.com/2012/05/18/budaya-barat-dan-fashion-mode-surakarta-masa-kolonial/
Pranata, G. (2022, September 8). Menilik Gaya Berbusana Jawa Kuno, Melalui Relief Karmawibhangga. Retrieved from National Geographic Indonesia: https://nationalgeographic.grid.id/read/132872879/menilik-gaya-berbusana-jawa-kuno-melalui-relief-karmawibhangga?page=all
Presiden Republik Indonesia. (1972). Keputusan Presiden (KEPPRES) tentang Djenis-Djenis Pakaian Sipil. Jakarta: Sekretariat Negara.
Presiden Republik Indonesia. (1990). Peraturan Presiden RI No. 50 Tahun 1990 Tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1972 Tentang Jenis-Jenis Pakaian Sipil. Jakarta: Sekretariat Negara.
Presiden Republik Indonesia. (2018). Peraraturan Presiden RI No.71 Tahun 2018 tentang Tata Pakaian pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.
Putri , R. H. (2021, Agustus 7). Pakaian Mewah pada Masa Jawa Kuno: Pakaian Mewah Pada Masa Jawa Kuno Didatangkan Dari Wilayah Lain Dan Luar Negeri. Ada Yang Dibuat khusus Di Istana. Retrieved from HISTORIA: https://historia.id/kuno/articles/pakaian-mewah-pada-masa-jawa-kuno-DWj83/page/1
Putri, R. H. (2018, November 1). Cara Berpakaian Orang Jawa Kuno: Pakaian Orang-Orang Jawa Kuno Terungkap Dari Karya Sastra, Relief Candi, Dan Prasasti. Retrieved from HISTORIA: https://historia.id/kuno/articles/cara-berpakaian-orang-jawa-kuno-6k4Jq
Singhasari. (2013, Maret 4). Memperkenalkan Adat Budaya dan Busana Kerajaan Jawa Timur. Retrieved from Puri Majapahit: https://purimajapahit.wordpress.com/
Soeratman, D. (1989). Kehidupan dunia kraton Surakarta 1830-1939. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Tamansiswa.
Strauss, A. L. (1987). Qualitative Analysis for Social Scientists. California: Cambridge University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
A writer who will publish their article in the NARADA Journal of Design and Art agrees to the following conditions:
- The author owns the copyright and grants the rights to NARADA Journal of Design and Art as the party entrusted with publishing the article for the first time simultaneously licensed under the "Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0" License. This makes it possible for other people to share the work with a form of acknowledgment of authorship of the work and initial publication in this journal according to the authorship of the article provided.
- Authors may enter into separate additional contractual agreements for non-exclusive distribution of the published journal version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book) with acknowledgment of initial publication in the NARADA Journal of Design and Art.
- Authors are permitted and asked to post their work online (for example, institutional repositories or on personal websites) after the article publication process. This avoids double publication or multiple submissions which will affect the similarity of writing of the published work.
- In order to maintain the value of originality and similarity of articles sent or submitted. Authors are asked to temporarily remove or hide the original article from other online systems until they receive the results and decisions from the NARADA Journal of Design and Art regarding the decision to publish the article.
- The author, in this case the contributing author (Contributor Author), will be sent a form or letter stating the validity of the scientific work, signed on an IDR 10,000 stamp. Then the author will be asked to send the email to [email protected].
Pemberitahuan Hak Cipta
Seorang penulis yang akan menerbitkan artikelnya dalam NARADA Jurnal Desain dan Seni setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak kepada pihak NARADA Jurnal Desain dan Seni sebagai pihak yang diberikan kepercayaan untuk mempublikasi artikelnya pertama kali secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi "Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0". Hal ini memungkinkan kepada orang lain untuk membagi karya dengan bentuk pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini sesuai dengan penulisan artikel yang diberikan.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan publikasi awal dalam NARADA Jurnal Desain dan Seni.
- Penulis diizinkan dan diminta untuk mempostingkan karyanya secara online (semisal, repositori institusional atau di situs web pribadi) setelah proses penerbitan artikel, Hal ini menghindari adanya double publikasi atau pengajuan jamak yang akan berpengaruh kepada adanya kesamaan penulisan dari karya yang diterbitkan.
- Demi menjaga nilai orisinalitas dan nilai kesamaan dari artikel yang dikirim atau diajukan. Penulis diminta untuk menghilangkan atau menyembunyikan secara sementara artikel orisinil dari sistem online lain yang sampai mendapatkan hasil nilai dan ketetapan dari pihak NARADA Jurnal Desain dan Seni mengenai keputusan publikasi dari artikel.
- Penulis dalam hal ini penulis kontributor (Contributor Author) akan dikirimkan form atau surat pernyataan keabsahan karya ilmiah, yang ditanda tangani di atas materai 10000. Dan selanjutnya penulis diminta untuk mengirimkan ke email [email protected].









